Jakarta, Gesuri.id - Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menegaskan peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak akan berarti tanpa diikuti aksi nyata dan berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Program ini dilaksanakan dengan harapan kinerja pelayanan para Camat di wilayah masing-masing dapat berjalan sesuai harapan masyarakat,” ungkap Vanda Sarundajang, dikutip Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Vanda di sela pelaksanaan pendampingan program peningkatan kapasitas kepada 13 Camat se-Kabupaten Minahasa melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepamongprajaan Angkatan XVI, XVII, XVIII, dan XIX Tahun 2026 di BW Kemayoran Hotel and Convention Jakarta.
Para camat yang mengikuti agenda tersebut mendapatkan bekal pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai pemimpin di wilayah masing-masing.
Vanda mengatakan jabatan camat memiliki posisi penting dan strategis karena dalam menjalankan tugasnya, camat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas harus dibarengi dengan kesadaran mengenai tanggung jawab pelayanan publik.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda peningkatan kapasitas aparatur, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa jabatan yang diemban membawa tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh memang untuk menambah wawasan. Namun, implementasi di lapangan akan menjadikan ilmu itu sebagai alat untuk melahirkan terobosan-terobosan bagi pembangunan daerah,” ujar Sarundajang.
Ia menekankan pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, peningkatan kompetensi aparatur tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan dan pembangunan di wilayah.
Vanda berharap para camat mampu menerjemahkan hasil pendidikan dan pelatihan tersebut menjadi langkah konkret sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan peningkatan kapasitas ASN pada akhirnya dapat dilihat dari kemampuan aparatur menghadirkan pelayanan yang lebih baik, responsif, serta mampu melahirkan terobosan bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan.

















































































