Ikuti Kami

Yudha Puja Turnawan Kunjungi Lansia Disabilitas di Rumah Tak Layak Huni di Karangpawitan

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul ambruknya sebagian atap rumah yang dinilai membahayakan keselamatan penghuninya.

Yudha Puja Turnawan Kunjungi Lansia Disabilitas di Rumah Tak Layak Huni di Karangpawitan
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi seorang lansia penyandang disabilitas yang tinggal di rumah tidak layak huni di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi seorang lansia penyandang disabilitas yang tinggal di rumah tidak layak huni di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. 

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul ambruknya sebagian atap rumah yang dinilai membahayakan keselamatan penghuninya.

“Kondisi rumah Abah Entis sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan penghuninya. Sudah seharusnya negara hadir memberikan perlindungan, terutama bagi lansia penyandang disabilitas,” ungkap Yudha.

Lansia yang dikunjungi tersebut adalah Abah Entis Sutisna, seorang penyandang disabilitas tuna daksa yang tinggal di Kampung Ciparay RT 02 RW 04, Kelurahan Lebakjaya. Peristiwa ambruknya sebagian atap rumah terjadi pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 06.00 WIB pagi. 

Rumah sederhana yang telah lama berada dalam kondisi tidak layak huni itu ditempati oleh Abah Entis bersama istrinya, Abah Neneh, serta anak dan cucunya.

Kondisi bangunan yang rapuh dinilai tidak hanya mengancam kenyamanan, tetapi juga keselamatan seluruh anggota keluarga yang tinggal di dalamnya. 

Menanggapi kondisi tersebut, Yudha Puja Turnawan bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Garut, Lurah Lebakjaya Muhammad Nurramdan, serta Ketua RW 04 Heru Purnama Alam turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah dan memastikan kebutuhan darurat keluarga Abah Entis terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, BPBD Kabupaten Garut menyalurkan bantuan berupa sembako, terpal, perlengkapan kebutuhan anak (kidsware), selimut, serta pampers. Selain itu, Yudha Puja Turnawan secara pribadi juga memberikan tambahan bantuan sembako dan santunan uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga Abah Entis.

Yudha berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui berbagai sumber, baik dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan maupun dukungan dari BAZNAS, guna membantu perbaikan rumah Abah Entis agar menjadi layak dan aman untuk dihuni.

Selain itu, ia juga mendorong agar Kementerian Sosial Republik Indonesia dapat mengalokasikan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) bagi Abah Entis sebagai solusi jangka panjang atas persoalan hunian yang dialaminya.

Kisah Abah Entis menjadi pengingat bahwa di tengah pembangunan dan kemajuan daerah, masih terdapat warga yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Kepedulian, kolaborasi lintas sektor, serta keberpihakan pada kelompok rentan dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan keadilan sosial yang nyata di tengah masyarakat.

Quote