Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi ll DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, mengritik maraknya aksi main hakim sendiri yang berujung pada kematian sejumlah warga sipil.
Ia mempertanyakan peran aparat kepolisian dan TNI dalam mencegah terjadinya tindakan brutal oleh massa serta meminta aparat kembali fokus pada tugas utama melindungi masyarakat.
"Seorang ayah di Bali mati dikeroyok karena dituduh curi ayam. Pria di Sinjai tewas setelah disangka curi motor. Urusan begini, di mana polisi dan TNI kita? Sibuk di dapur MBG dan ngurusi kopdes?" kata Deddy, menyitir kasus pengeroyokan fatal yang terjadi di Bali dan Sulawesi, dikutip Rabu (29/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Deddy sebagai respons atas serangkaian insiden tragis tindakan main hakim sendiri yang menimpa warga sipil di sejumlah daerah.
Sebelumnya, seorang pria berinisial S (33) asal Sinjai, Sulawesi Selatan, tewas setelah dikeroyok massa di depan sebuah minimarket di Desa Bahomakmur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, usai dituduh mencuri sepeda motor.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan korban sempat menjadi sasaran amuk massa, sementara aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tersebut.
Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali. Seorang pria berinisial KD meninggal dunia setelah dianiaya warga usai dituduh mencuri seekor ayam aduan.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk momen yang viral ketika putri bungsu KD menangisi kepulangan jenazah ayahnya di Kabupaten Buleleng.
Melalui kritiknya, Deddy mendesak aparat penegak hukum dan aparat keamanan agar kembali memusatkan perhatian pada perlindungan masyarakat serta memastikan praktik main hakim sendiri tidak terus berulang dan merenggut korban jiwa.

















































































