Ikuti Kami

Ancaman Super Flu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan & Kesiapsiagaan Dini

Wara: Super flu ini menular cepat dan gejalanya mirip flu biasa. Jika terlambat ditangani, dampaknya bisa serius.

Ancaman Super Flu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan & Kesiapsiagaan Dini
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Renny Sundari.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Renny Sundari, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini terhadap ancaman super flu atau infeksi influenza A (H3N2) subclade K yang telah masuk ke Indonesia, mengingat Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi secara nasional.

“Super flu ini menular cepat dan gejalanya mirip flu biasa. Jika terlambat ditangani, dampaknya bisa serius,” kata Wara Renny, Senin (5/1/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mencatat kasus terbanyak dengan 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Menurut Wara Renny, tingginya mobilitas penduduk, kepadatan wilayah, serta banyaknya pintu masuk melalui bandara dan pelabuhan menjadikan Jawa Timur memiliki risiko besar terhadap penyebaran virus influenza tersebut.

“Jawa Timur wilayah strategis. Jika tidak siap, dampaknya bisa meluas,” ujarnya.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera menetapkan status kewaspadaan dini dan membentuk satuan tugas lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, integrasi data kesehatan antara kabupaten dan kota dinilai sangat penting agar penanganan tidak berjalan secara terpisah.

Penanganan super flu, lanjut Wara Renny, perlu mengacu pada pengalaman penanganan pandemi Covid-19 dengan menyeimbangkan pendekatan promotif, preventif, dan kuratif. Edukasi publik mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker saat sakit, serta etika batuk dan cuci tangan perlu kembali digencarkan.

Untuk langkah preventif, ia meminta puskesmas, kader kesehatan, serta posyandu aktif melakukan pemantauan gejala flu, terutama di lingkungan sekolah, pesantren, dan fasilitas publik dengan tingkat keramaian tinggi. Kesiapan alat pelindung diri, logistik medis, serta laboratorium pemeriksaan juga harus dipastikan tersedia.

Dari sisi kuratif, rumah sakit rujukan di Jawa Timur diminta menyiapkan protokol penanganan influenza berat agar lonjakan pasien tidak mengganggu layanan kesehatan lainnya. Penguatan sistem surveilans dan pelaporan cepat terhadap kasus ILI dan SARI juga menjadi perhatian serius.

“Lonjakan pasien flu berat bisa melumpuhkan layanan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak awal,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini.

Selain aspek medis, Wara Renny menekankan pentingnya komunikasi publik yang terkoordinasi dan terukur guna mencegah kepanikan di masyarakat, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Menurutnya, penanganan super flu juga membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, BPBD, dan Diskominfo. Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta menyiapkan skenario terburuk, mulai dari pengaturan kegiatan massal hingga perlindungan layanan publik esensial.

“Super flu adalah ancaman nyata. Kuncinya deteksi cepat, komunikasi tepat, dan perlindungan konsisten bagi masyarakat,” ungkap legislator dari Dapil Kediri tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Widyawati, menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan mayoritas kasus influenza A (H3N2) subclade K terjadi pada perempuan dengan proporsi sekitar 64 persen. Kelompok anak usia 1–10 tahun juga menjadi yang paling terdampak, mencapai sekitar 35 persen dari total kasus.

Kondisi tersebut, menurut Kementerian Kesehatan RI, menegaskan perlunya penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini, khususnya di wilayah dengan tingkat kasus tinggi seperti Provinsi Jawa Timur.

Quote