Ikuti Kami

Bupati Endah Subekti Tanamkan Nilai Antikorupsi Ke Generasi Muda Lewat Lomba Cerdas Cermat

Upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari pendidikan karakter usia dini.

Bupati Endah Subekti Tanamkan Nilai Antikorupsi Ke Generasi Muda Lewat Lomba Cerdas Cermat
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih (tengah).

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pentingnya menanamkan nilai disiplin, kejujuran, dan integritas kepada generasi muda melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Antikorupsi. Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari pendidikan karakter sejak usia dini.

"Lomba ini bukan sekadar ajang hafalan, melainkan sarana untuk menginternalisasi nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab ke dalam diri anak-anak," kata Endah di Gunungkidul, Rabu (29/7/2026).

Endah menjelaskan, pembentukan karakter antikorupsi harus menjadi bagian dari proses pendidikan karena integritas merupakan keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Menurutnya, nilai tersebut dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana, termasuk berkonsultasi dengan inspektorat terkait persoalan gratifikasi sebagai langkah pencegahan terhadap pelanggaran hukum.

Ia menilai penyelenggaraan LCC Antikorupsi menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai kejujuran kepada para pelajar. Dalam sebuah kompetisi, kata dia, keberhasilan tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas selama mengikuti perlombaan.

"Dalam sebuah kompetisi, menjaga kejujuran adalah piala yang sesungguhnya dibandingkan sekadar kemenangan semata, masa depan Indonesia akan dipimpin oleh generasi yang memiliki integritas kuat dan bersih dari praktik korupsi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Antikorupsi tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul, Jatmiko Sutopo, mengatakan kompetisi tersebut telah berlangsung dan kini memasuki babak final. Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pencegahan korupsi melalui pembentukan karakter peserta didik.

"Peserta berasal dari seluruh kapanewon (kecamatan) di Gunungkidul yang kemudian diseleksi menjadi lima finalis pada babak final," katanya.

Jatmiko menjelaskan, penyelenggaraan LCC Antikorupsi memiliki empat tujuan utama, yakni menanamkan nilai-nilai integritas, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya korupsi, membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pencegahan korupsi, serta menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah di seluruh kapanewon.

Ia menambahkan, pada tingkat SMP terdapat 25 peserta, sedangkan untuk tingkat SD diikuti perwakilan dari 18 kapanewon. Masing-masing kapanewon mengirimkan satu regu yang terdiri dari tiga orang untuk mengikuti kompetisi tersebut.

"SMP ada 25 orang dan tingkat SD ada 18 kapanewon dengan setiap kapanewon diwakili satu regu yang terdiri dari tiga orang," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dapat tertanam sejak dini sehingga melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat serta mampu menjadi pelopor budaya antikorupsi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Quote