Jakarta, Gesuri.id – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk segera memberikan pendampingan intensif kepada YTR (29).
Wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung tersebut menjadi korban penyekapan sekaligus kekerasan fisik sadis yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu terduga pelaku yang melarikan diri. Sementara itu, YTR tengah menjalani perawatan medis intensif akibat luka parah yang dideritanya di sekujur tubuh.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
"Ketika berita ini telah viral di berbagai platform media sosial, LPSK diharapkan menjemput bola untuk melakukan pendampingan yang menyeluruh terhadap korban, baik rehabilitasi mental maupun pemulihan fisik," ujar Andreas di sela-sela Rapat Konsultasi Pimpinan DPR RI dengan pimpinan fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Gedung Nusantara III, Jakarta.
Kasus tragis ini bermula ketika YTR dilaporkan menghilang oleh pihak keluarganya setelah pamit untuk menemui sang kekasih. Namun, alih-alih pulang, korban justru disekap di sebuah rumah kontrakan selama beberapa hari.
Selama masa penyekapan tersebut, korban mengalami serangkaian tindakan kekerasan verbal dan fisik, mulai dari pemukulan hingga ancaman pembunuhan jika ber berani melarikan diri.
Motif di balik tindakan keji ini diduga dipicu oleh cemburu buta dan konflik personal yang tidak berkesudahan di antara keduanya. Pelaku mengisolasi korban dengan menyita ponsel miliknya agar tidak bisa menghubungi keluarga atau meminta bantuan dari pihak luar.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Akibat penyekapan tersebut, korban tidak hanya mengalami luka fisik yang serius, tetapi juga trauma psikologis yang sangat mendalam.
Pelarian korban akhirnya berhasil setelah ia memanfaatkan kelengahan pelaku yang tengah keluar rumah. Dengan sisa-sisa tenaga, YTR berhasil meloloskan diri melalui jendela dan meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang melihat kondisi korban yang memprihatinkan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat.

















































































