Ikuti Kami

Angga Aditya Nugraha Dorong Penambahan Ruang Kelas di MB Ketapang

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius dalam pembahasan Musrenbang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang adalah pendidikan

Angga Aditya Nugraha Dorong Penambahan Ruang Kelas di MB Ketapang
Anggota DPRD Kotim dapil I, Angga Aditya Nugraha saat diwawancarai - Foto: Apri/Tintaborneo.com

Kotim, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan 1, Angga Aditya Nugraha, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah atas komitmen selama ini tetap mengakomodasi aspirasi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius dalam pembahasan Musrenbang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang adalah pendidikan, khususnya keterbatasan ruang kelas di tingkat sekolah dasar.

Angga menjelaskan, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi berdampak langsung pada meningkatnya jumlah peserta didik, sementara ketersediaan ruang belajar belum sepenuhnya mencukupi.

Sekarang ada ketentuan jumlah siswa maksimal dalam satu kelas, sekitar 32 siswa. Di beberapa wilayah dengan jumlah penduduk tinggi, ruang kelas yang ada sudah tidak mampu menampung seluruh siswa," ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Karena itu, ia menekankan bahwa penambahan ruang kelas baru menjadi usulan yang terus didorong. Sementara untuk usulan pembangunan unit sekolah baru atau penambahan SMA, Angga menyebut akan dilakukan kajian lebih mendalam, karena yang mendesak adalah pertambahan ruangan.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, meski kondisi keuangan daerah sedang dalam penyesuaian, sebagian besar aspirasi masyarakat masih bisa direalisasikan. Hal tersebut menurutnya patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga pembangunan tetap berjalan.

Pada Musrenbang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Angga mengungkapkan jumlah usulan yang masuk mencapai ratusan usulan.

"Seluruh usulan tersebut akan dipelajari lebih lanjut ditentukan prioritas pelaksanaannya.

Selain itu, Angga juga menyoroti banyaknya usulan kegiatan dan masyarakat di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah daerah la berharap ke depan tidak seluruh beban pembangunan hanya bergantung pada APBD.

Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah la mencontohkan di wilayah utara Kotim, beberapa kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan dan partisipasi sektor swasta melalui program CSR.

"Harapan kita bersama, meski kondisi keuangan negara sedang tidak mudah, tetap ada partisipasi dari perusahaan, masyarakat, dan semua pihak agar pertumbuhan dan pembangunan daerah bisa terus berjalan," pungkasnya.

Quote