Jakarta, Gesuri.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut di kantor DPC Brengosan, Solo, pada Sabtu (10/1).
Meskipun Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima, berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan serupa di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), acara tetap dihadiri oleh jajaran pengurus DPC.
Ketua DPC PDI Perjuangan Solo Aria Bima ke Jakarta didampingi Sekretaris DPC Rheo Fernandez, Bendahara DPC Bambang ‘Gage’ Nugroho, juga tokoh senior FX Hadi Rudyatmo. Diketahui tokoh senior yang akrab disapa Pak Rudi menerima penghargaan dari DPP PDI Perjuangan.
Melalui rekaman video yang diputar di lokasi, Aria Bima menyampaikan pesan kunci kepada seluruh kader. Ia secara tegas mengingatkan kader partai untuk mewaspadai godaan pragmatisme politik.
“PDI Perjuangan tumbuh dari sejarah pengorbanan dan kerja panjang bersama rakyat. Partai ini hidup melalui denyut kehidupan rakyat, keberanian melawan ketidakadilan, serta keyakinan bahwa politik dijalankan dengan nurani dan tanggung jawab moral,” beber Aria Bima.
Dalam acara yang berlangsung sederhana tersebut, tokoh senior PDI Perjuangan Solo, Teguh Prakosa, memberikan nasihat penting mengenai masa depan partai. Ia mengingatkan kader agar lebih membumi dan bersifat inklusif untuk meraih simpati generasi muda atau Gen Z.
“PDI Perjuangan harus mampu beradaptasi dengan karakter anak muda atau Gen Z jika ingin tetap relevan di masa depan. Kalau kita ingin merangkul Gen Z, kita harus menyesuaikan diri,” ujar mantan Wakil Wali Kota Solo itu.
Teguh menekankan perlunya PDI Perjuangan meninggalkan sifat eksklusif. “Jangan terlalu eksklusif. Tidak perlu memamerkan seragam kita terus-menerus. Kita harus mau membaur dengan organisasi-organisasi lain di luar sana,” pesannya.
Lebih lanjut, Teguh mengingatkan bahwa kejayaan yang pernah diraih PDI Perjuangan di Kota Bengawan bukanlah hasil instan. Ia meminta kader untuk tetap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri, terutama di masa partai tidak lagi memegang jabatan eksekutif di tingkat lokal.
“Peringatan ini jadi refleksi. Sebagai kader partai jangan bangga dulu. Perjuangan baru akan dimulai dan kita harus mengikuti perubahan zaman atau politik nasional,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, DPC PDI Perjuangan Surakarta juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kader militan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka kepada partai.

















































































