Ikuti Kami

Aryo Seno Bagaskoro Apresiasi NU Dalam Merawat NKRI

Seno mengapresiasi NU dalam menapaki usia ke-100 tahun, mampu konsisten mendampingi dan menjadi soko guru bangsa.

Aryo Seno Bagaskoro Apresiasi NU Dalam Merawat NKRI
Ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kota Surabaya Aryo Seno Bagaskoro (kiri).

Surabaya, Gesuri.id - Ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kota Surabaya Aryo Seno Bagaskoro mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"NU telah memberikan teladan nyata untuk siapapun turut terlibat merawat jagad melalui tindakan sederhana : menjaga keberlangsungan hidup dan lingkungan, merawat toleransi dan gotong royong antar kelompok, serta membangun moderasi kehidupan beragama." Kata Seno dalam diskusi bertajuk "Pemuda Lintas Agama Bicara NU" di Kota Surabaya, Sabtu (4/2). 

Seno mengapresiasi NU dalam menapaki usia ke-100 tahun, mampu konsisten mendampingi dan menjadi soko guru bangsa.

Baca: Banteng Surabaya Dukung Upaya Pengentasan Kemiskinan

Seno juga mengutip pidato Presiden Sukarno tentang NU yang berbunyi : "Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke mukamar ini, agar orang idak meragukan kecintaan saya kepada NU!"

"Sebagai pengagum Bung Karno, cinta terhadap NU ini semakin berlipat ganda dalam dada saya di era saat ini. Apalagi di peringatan bersejarah Satu Abad NU." Imbuh mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga ini.

"Kami mendoakan kepemimpinan Gus Yahya (Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf) dan Gus Ipul (Sekjen PBNU Saifullah Yusuf), layaknya mengambil spirit dwitunggal Bung Karno dan Bung Hatta, mampu membawa kapal besar NU mengarungi peradaban dan memberikan oase keteladanan bagi generasi muda." Ujarnya dalam keterangannya kepada Gesuri.id.

Diskusi yang dimoderatori oleh akademisi Universitas Airlangga Suko Widodo tersebut mengeksplorasi pengalaman masing-masing narasumber selama berinteraksi dengan NU.

"NU melalui Gus Dur membantu kami warga Kong Hu Chu mendapatkan pengakuan legal dari negara untuk ajaran agama kami." Ungkap pegiat muda Kong Hu Chu Wang Ji Guo.

"Dalam setiap lapisan kegiatan dan ruang hidup agama Katolik di Indonesia, ada kehadiran kawan-kawan NU yang berbela rasa dengan kami. Dalam sukacita beribadah dengan perasaan merdeka, hingga di saat-saat sulit dan menguji kekuatan gotong royong." Imbuh Romo Aloysius Widyawan, pemuka agama Katolik.

Baca: TMP Gelar SICITA & Pemeriksaan Kesehatan Ratusan Warga

Sementara Ketua Umum PBNU Gus Yahya dalam sambutannya mengungkapkan perjalanan panjang sejarah kontribusi NU hingga hari ini.

"Harmoni toleransi yang hari ini kita rasakan di Indonesia tidak boleh dianggap taken for granted, dirasakan secara cuma-cuma. Tetapi harus disadari sebagai bagian dari perjalanan panjang sejarah bangsa-bangsa mencari format hidup bersama." Jelasnya.

Mantan Juru Bicara Gus Dur tersebut mencontohkan di era lampau, berbagai imperium berperang satu sama lain memperebutkan kuasa dengan menggunakan identitas untuk saling menjajah. Menurutnya, cara semacam itu sudah tidak relevan.

"Oleh karena itu, anak-anak muda harus memahami sejarah itu menjadi satu rangkaian utuh, memelihara situasi damai dan harmoni ini dengan kesadaran penuh. Seperti tagline Satu Abad NU : Merawat Jagad, Membangun Peradaban." Tutupnya.

Quote