Jakarta, Gesuri.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno meninjau demonstrasi penerapan teknologi biodekomposer untuk mengatasi bau di Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Teknologi tersebut diterapkan sebagai salah satu upaya untuk membantu memperbaiki kualitas lingkungan dan kondisi badan air di kawasan tersebut.
Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Pulo Mas Jaya bekerja sama dengan Yayasan Mega Gotong Royong (YMGR) selaku pengembang teknologi biodekomposer. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, serta sejumlah pejabat terkait.
Sebelum penerapan biodekomposer dilakukan, kondisi Waduk Ria Rio memang menjadi perhatian karena air waduk terlihat berwarna gelap dan menimbulkan bau yang cukup menyengat. Selain itu, waduk juga menerima masukan limbah domestik dari lingkungan di sekitar kawasan Pulomas.
Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, Robby Ferliansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PT Pulo Mas Jaya mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan Pulomas, khususnya Waduk Ria Rio.
"Penerapan teknologi biodekomposer yang ramah lingkungan ini diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi dan fungsi Waduk Ria Rio sehingga menjadi lebih bersih, sehat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ke depan, kawasan ini juga diharapkan memiliki nilai sosial dan ekonomi yang lebih baik," ujar Robby.
Sementara itu, Perwakilan YMGR, Edward Tanari, menjelaskan bahwa biodekomposer bekerja secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mempercepat penguraian bahan organik, bukan sekadar menutupi bau dengan wewangian.
"Secara umum proses penghilangan bau efektif dalam waktu satu jam, tetapi di Waduk Ria Rio efeknya sudah terasa dalam 15 menit. Efek ini bertahan selama tidak ada penambahan material organik baru," kata Edward.
Selain untuk badan air seperti waduk dan saluran irigasi, teknologi yang bahan bakunya relatif efisien dan murah ini juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembuatan kompos di lubang biopori hingga pemrosesan biogas.
Kegiatan peninjauan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta, antara lain Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
formulator teknologi biodekomposer Mangontang Simanjuntak, menjelaskan bahwa biodekomposer dapat digunakan pada berbagai media yang mengandung bahan organik dan menjadi sumber bau.
"Biodekomposer dapat digunakan untuk mengatasi bau pada kolam, sampah organik, dan cairan lindi. Penggunaannya relatif praktis karena cukup diaplikasikan pada permukaan media yang menjadi sumber bau," jelas Mangontang.
Menurutnya, mikroorganisme yang terkandung dalam biodekomposer bekerja membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Dengan proses tersebut, bahan organik yang menjadi sumber bau dapat diuraikan secara biologis.

















































































