Surabaya, Gesuri.id - Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan Baktiono meminta Tim Seleksi (Timsel) bekerja independen dan memastikan calon pimpinan BUMD terbebas dari transaksi maupun deal-deal politik.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya itu menegaskan, latar belakang politik bukan persoalan selama calon yang diusulkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan daerah. Namun, proses seleksi tidak boleh dipengaruhi tekanan atau kepentingan politik yang mengesampingkan kemampuan calon.
“Usulan calon dari partai politik boleh, tapi harus berkompetensi. Jangan karena ada deal-deal atau tekanan politik, terus memutuskan sesuatu yang tidak kompeten,” tegas Baktiono, Rabu (30/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul langkah Pemkot Surabaya memperpanjang masa pendaftaran seleksi calon anggota Direksi pada lima BUMD. Perpanjangan pendaftaran berlangsung mulai 26 September hingga 5 Oktober 2026.
Lima BUMD yang membuka kembali pendaftaran tersebut yakni Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS), PT Pasar Surya Perseroda, PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, PT YEKAPE Surabaya Perseroda, serta PT BPR Surya Artha Utama Perseroda.
Baktiono menilai proses seleksi harus benar-benar mempertimbangkan kualifikasi spesifik sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing BUMD. Menurut dia, setiap perusahaan daerah memiliki persoalan dan tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan figur dengan kompetensi yang tepat.
Ia mencontohkan Perumda KBS. Calon direksi KBS tidak cukup hanya memiliki kemampuan bisnis, tetapi juga harus memahami konservasi flora dan fauna serta perlindungan satwa.
Kemampuan tersebut diperlukan karena KBS memiliki fungsi yang tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga edukasi dan rekreasi masyarakat. “Kalau konservasi tercapai dan hewannya sejahtera, KBS pasti dibanjiri pengunjung,” ujarnya.
Hal serupa, kata Baktiono, berlaku untuk PT Pasar Surya Perseroda. Keberadaan pasar-pasar yang dikelola perusahaan daerah tersebut sudah berlangsung puluhan tahun sehingga tantangannya bukan sekadar membangun pasar baru, melainkan melakukan modernisasi dan pengembangan agar mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.
“Begitu pula untuk PD Pasar Surya, pasarnya sudah ada puluhan tahun bahkan sebelum kita lahir. Tinggal bagaimana direksi yang kompeten memodernisasi dan mengembangkannya, seperti Pasar Pabean,” jelasnya.

















































































