Ikuti Kami

Bangun Masyarakat Kritis, Pemkab Sleman Transformasi Layanan Perpustakaan

Langkah ini diambil untuk membangun masyarakat yang kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Bangun Masyarakat Kritis, Pemkab Sleman Transformasi Layanan Perpustakaan
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui pengembangan layanan perpustakaan yang inklusif, edukatif, dan interaktif. 

Langkah ini diambil untuk membangun masyarakat yang kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

"Di tengah perkembangan teknologi, literasi menjadi semakin vital. Masyarakat tidak cukup sekadar bisa membaca dan menyerap informasi, tetapi juga harus mampu memahami, memilah, mengolah, dan menyampaikannya secara bijaksana," ujar Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat membuka Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan di Sleman, Senin.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Dalam kesempatan tersebut, Danang mengajak masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahuan sekaligus ruang kreativitas. Ia juga mengapresiasi maraknya kehadiran kafe buku di Sleman sebagai ruang baca alternatif bagi generasi muda.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Sleman menyerahkan penghargaan kepada tiga pemustaka dalam kategori Pemustaka Penggerak Literasi, Pemustaka Berdampak, dan Pemustaka Cendekia. Penghargaan khusus juga diberikan kepada pemilik naskah kuno yang dinilai konsisten merawat serta melestarikan warisan budaya lokal.

Pada acara yang sama, Danang menerima buku karya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sleman yang berjudul Simponi Lereng Merapi: Keajaiban Punglor Sleman.
Pentingnya Pembelajaran Sepanjang Hayat

Kepala Dispusip Kabupaten Sleman, Anton Sujarwa, menegaskan bahwa Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan menjadi momentum krusial untuk memperluas jangkauan budaya membaca. Menurutnya, perpustakaan memegang peran strategis sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).

Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan

"Dalam satu tahun terakhir, layanan perpustakaan tatap muka kami telah mencatat 12.472 pengunjung. Sementara itu, program perpustakaan keliling berhasil menjangkau sekitar 128.000 pembaca," papar Anton.

Dukungan serupa disampaikan Bunda Literasi Sleman, Parmilah Harda Kiswaya. Ia menekankan bahwa para pegiat literasi harus memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan menggerakkan komunitas di sekitarnya.

"Kami berharap gerakan literasi yang terus berkembang di Kabupaten Sleman dapat membentuk masyarakat yang kritis, kreatif, dan mandiri, serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar," pungkas Parmilah.

Quote