Medan, Gesuri.id — Genap sebulan berlalu sejak ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Namun, hingga kini pihak kepolisian belum juga menetapkan seorang pun sebagai tersangka.
Kondisi tersebut memantik sorotan tajam dari Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Delpin Barus. Politikus PDI Perjuangan ini mendesak Polres Tanah Karo bergerak cepat dan transparan dalam mengusut tuntas pihak yang bertanggung jawab atas musibah tersebut.
Baca:
"Siapa pun yang bersalah dalam kasus ini harus segera diproses hukum, tidak boleh pilih kasih. Jika ada kelalaian yang menyebabkan anak-anak menderita, harus ada pertanggungjawaban hukum yang jelas," tegas Delpin di Medan, Senin (14/9).
Meski mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan, Delpin menekankan agar proses hukum tidak jalan di tempat atau sekadar berhenti pada pemeriksaan saksi semata.
Ia mendesak penyidik mendalami seluruh rantai pasok penyediaan makanan MBG, mulai dari proses pengolahan, penyajian, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengelola sekolah, hingga vendor penyedia wajib diperiksa secara menyeluruh.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Ini menyangkut keselamatan anak-anak didik kita. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut hingga memicu spekulasi liar di masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Delpin juga mendorong penyidik untuk menguatkan pembuktian melalui hasil uji laboratorium resmi dan keterangan dokter ahli guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa.
Sebelumnya, Polres Tanah Karo mengonfirmasi bahwa penanganan kasus dugaan keracunan massal MBG ini resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah ditemukannya unsur pidana.

















































































