Jakarta, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kota Ambon Lucky Upulatu Nikijuluw mengatakan, kebijakan pemotongan TKD sangat berdampak terhadap pembangunan Kota Ambon terlebih upaya mensejahterakan masyarakat didalamnya.
Pemotongan DAU sebesar Rp 163 miliar dan DAK yang di pangkas habis, dinilai besar untuk Kota Ambon dengan PAD hanya sebesar Rp 200 milliar.
Baca: Ganjar Harap Kepemimpinan Gibran Bisa Teruji
Untuk itu dirinya meminta Pempus untuk memberikan kesempatan ke Pemkot Ambon untuk mengeksplore sumber PAD baru termasuk memoptimalkan sumber PAD yang ada.
“Anggaran dipotong tapi pembangunan harus terus berjalan, ini tantangan yang harus dihadapi. Pempus juga diharapkan memberikan kesempatan kepada daerah, untuk berkreasi mencari sumber PAD,” jelas Upulattu.
Selain meminta Pemkot mengoptimalkan PAD, Upulatu yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kota Ambon meminta pempus untuk meninjau kembali kebijakan pemotongan TKD untuk Kota Ambon.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
Menurutnya, jika terus terjadi pemotongan makan tidak menuntut kemungkinan Pemerintah Kota Ambon harus mengajukan pinjaman agar pembangunan tidak terbengkalai.
“Pemerintah pusat harus segera melakukan intervensi sebelum pembahasan APBD tahun 2026, agar pemotongan tidak berdampak fatal bagi masyarakat di Kota Ambon, dan menimbulkan multi efek yang merugikan,” katanya.
















































































