Ikuti Kami

Bonnie Triyana Tekankan Pentingnya Akurasi Ilmiah dalam KBBI

Hal ini disampaikannya merespons polemik terkait perubahan makna kata "sawit" dalam kamus resmi tersebut.

Bonnie Triyana Tekankan Pentingnya Akurasi Ilmiah dalam KBBI
Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menekankan pentingnya keselarasan antara definisi istilah ilmiah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan konsensus lembaga sains. 

Hal ini disampaikannya merespons polemik terkait perubahan makna kata "sawit" dalam kamus resmi tersebut.

Bonnie menilai KBBI memiliki peran strategis yang melampaui fungsi kebahasaan. Sebagai rujukan utama dalam dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, penyusunan definisi dalam KBBI harus mencerminkan fakta ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik 

"Tanpa pijakan ilmiah, bahasa resmi bisa kehilangan fungsi dan wibawa pendidikannya," ujar Bonnie dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/2).

Bonnie mengingatkan bahwa pendekatan leksikografi modern—yang menitikberatkan pada frekuensi penggunaan istilah (popularitas)—berpotensi memicu masalah jika diterapkan pada ranah keilmuan tertentu. 

Menurutnya, akurasi ilmiah tidak boleh dikorbankan demi tren penggunaan di masyarakat.

Ia menggarisbawahi beberapa risiko jika terjadi ketidaksesuaian antara definisi KBBI dengan konsensus ilmiah:

1. Kekeliruan Konseptual: Menimbulkan salah tafsir di kalangan pelajar, akademisi, dan peneliti.

2. Erosi Kepercayaan: Menurunnya kepercayaan publik terhadap KBBI sebagai rujukan otoritatif negara.

3. Kebingungan Akademik: Menghambat standarisasi ilmu pengetahuan di lembaga pendidikan.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Guna mengatasi persoalan tersebut, Bonnie mendorong pemerintah untuk memperkuat sinergi antara lembaga kebahasaan dan institusi sains dalam proses penyusunan KBBI. Koordinasi lintas disiplin dianggap sebagai kunci agar kamus nasional tetap memiliki legitimasi ilmiah.

"Perlu ada keseimbangan antara pendekatan deskriptif bahasa dan ketepatan ilmiah. Pelibatan aktif ahli dari berbagai bidang ilmu dalam pembaruan entri kamus adalah keharusan agar KBBI tetap akurat, kredibel, dan berwibawa," pungkasnya.

Quote