Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait penerbitan travel warning bagi warga negara Indonesia (WNI) ke Meksiko, menyusul gejolak keamanan akibat kematian bos kartel narkoba di negara tersebut.
“Ya tergantung. Begini, saya tidak cukup informasi untuk menyatakan seperti itu ya. Kecuali tingkatannya kemudian juga di situ perlu diputuskan travel warning, ya silakan. Saya kira Kementerian Luar Negeri saya kira sudah membahas itu,” kata TB Hasanuddin, dikutip Kamis (26/2/2026).
Ia menegaskan belum ada rekomendasi resmi untuk pembatasan perjalanan ke Meksiko. Menurutnya, keputusan terkait travel warning sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah setelah melalui kajian situasi keamanan secara menyeluruh oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
“Saya kira Meksiko beda dengan Indonesia ya. Kartel narkoba belum segila di Meksiko-lah saya kira ya. Bahwa penyelundupan-penyelundupan itu dapat informasi semakin banyak, saya melihatnya dari dalam dua minggu terakhir ini itu banyak narkoba yang ditangkap ya, di kapal, ABK-nya sedang diproses hukum,” ucapnya.
“Kemudian tadi di TV juga ada, ada sebuah kegiatan pengantar narkoba sebanyak 20 kilo disergap di jalan dan sebagainya. Itu artinya narkoba itu makin berkembang. Dan sampai sekarang saya kira kejahatan itu ya belum seperti di Meksiko ya. Jadi sampai sekarang alhamdulillah negara masih mampu melindungi dan memberikan pengamanan pada kita semua ya,” tambahnya.
Terkait perlindungan WNI di Meksiko, ia mengaku belum menerima informasi adanya warga Indonesia yang terdampak langsung situasi tersebut.
“Sampai sekarang nggak ada, saya belum dapat informasi kalau warga negara kita yang terlibat ya, begitu. Bahwa akan ada dampak, biasanya secara otomatis kedutaan besar di sana melakukan upaya-upaya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Begitu ya,” ungkapnya.
Diketahui, bos kartel narkoba di Meksiko, El Mencho, dilaporkan tewas dalam operasi militer yang dirancang untuk menangkapnya pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Operasi tersebut melibatkan aparat Meksiko dengan dukungan kerja sama dari Joint Interagency Task Force-Counter Cartel (JITF-CC) Amerika Serikat.
Seorang mantan pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa pemerintah AS telah menyusun paket target terperinci untuk El Mencho dan memberikannya kepada pemerintah Meksiko sebagai bagian dari operasi tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Meksiko dikendalikan oleh kartel-kartel narkoba. Pernyataan itu mendorong Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk semakin serius dalam memerangi peredaran narkotika di negaranya.

















































































