Ikuti Kami

Bupati Kukar Tekankan Penguatan Nilai Keagamaan untuk Pembangunan SDM Berkarakter

Bupati Kukar menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik

Bupati Kukar Tekankan Penguatan Nilai Keagamaan untuk Pembangunan SDM Berkarakter
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri - Foto: Ari Rachiem/Nomorsatukaltim

Kutai Kartanegara, Gesuri.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yang juga politisi PDI Perjuangan, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pembangunan karakter dan spiritual masyarakat menjadi landasan penting dalam mendorong kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Bersama umat Kristiani Kabupaten Kukar di Gedung Bela Diri, Kompleks Stadion Aji Imbut.

Perayaan Natal bersama tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kukar Andi Deezcha Pravidhia Aulia, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta ribuan jemaat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam sambutannya, Bupati Kukar menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, melainkan harus dibarengi dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat melalui sektor keagamaan.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Spirit Natal menjadi jembatan yang menyatukan langkah kita dalam membangun Kukar yang maju dan sejahtera,” ujar Aulia Rahman Basri, Minggu (18/01).

Bupati menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program nyata, salah satunya pemberdayaan rumah ibadah seluruh umat beragama di Kukar untuk memastikan kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kukar juga secara konsisten memberikan insentif kepada para tokoh agama sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga moralitas serta keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Langkah lainnya ialah pemerataan pendidikan agama hingga ke wilayah pesisir dan pedalaman, guna memastikan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara memperoleh akses pendidikan spiritual yang setara tanpa kesenjangan wilayah.

Quote