Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri Ungkap Refleksi Mendalam Akar Penderitaan Manusia dan Jalan Menuju Hidup Bahagia

Sebagian besar rasa sakit yang dialami manusia bersumber dari empat hal mendasar yang kerap luput disadari dalam kehidupan sehari-hari.

Rokhmin Dahuri Ungkap Refleksi Mendalam Akar Penderitaan Manusia dan Jalan Menuju Hidup Bahagia
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS (dok.askara).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Rektor Universitas UMMI Bogor sekaligus Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengungkap refleksi mendalam mengenai akar penderitaan manusia dan jalan menuju hidup yang bahagia. 

Ia menyampaikan sebagian besar rasa sakit yang dialami manusia bersumber dari empat hal mendasar yang kerap luput disadari dalam kehidupan sehari-hari.

“Hasilnya tidak sabaran, memaksakan diri, hidup di luar kemampuan, dan terbebani dengan banyak tanggungan yang sebenarnya tidak perlu,” ujarnya, dikutip Selasa (13/1).

Dalam tausiyahnya, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa sumber pertama rasa sakit manusia adalah ambisi yang melampaui waktu. Menurutnya, banyak orang terjebak dalam keinginan untuk segera memiliki sesuatu yang sejatinya belum waktunya untuk dimiliki. Sikap tergesa-gesa tersebut justru menimbulkan beban psikologis dan sosial yang pada akhirnya berujung pada penderitaan.

Ia kemudian menyoroti sumber rasa sakit kedua, yakni iri terhadap milik orang lain. Kecenderungan menginginkan apa yang dimiliki orang lain, tanpa memahami pengorbanan di balik pencapaiannya, sering kali menjerumuskan manusia pada perasaan tidak pernah cukup dan tidak puas.

“Semakin mahal kendaraan, semakin tinggi pajaknya. Semakin besar rumah, semakin susah perawatannya. Begitulah kira-kira,” katanya.

Prof. Rokhmin menegaskan bahwa setiap nikmat selalu datang bersama konsekuensi. Apa yang tampak indah dari kehidupan seseorang sering kali menyimpan kesedihan yang tidak terlihat oleh orang lain. Ia mengingatkan bahwa dari setiap hal baik yang tampak dalam hidup seseorang, selalu ada sesuatu yang Allah ambil darinya, yang jika diketahui, belum tentu mampu ditanggung oleh orang lain.

Lebih lanjut, ia menyebutkan sumber rasa sakit ketiga adalah kelalaian dalam ibadah. Menurutnya, hampir semua rasa sakit dan kekecewaan manusia muncul karena fokus hidup hanya tertuju pada hal-hal yang bersifat duniawi, seperti harta, pekerjaan, cinta, kedudukan, dan pengakuan.

“Begitu tidak dapat, kecewa, sedih, dan marah. Padahal ada aktivitas yang tak perlu berebut untuk bisa melakukannya: ibadah kepada Allah. Bisa kapan saja, peluang terbuka lebar, dan belum pernah ada ceritanya orang stres karena kebanyakan ibadah,” tegasnya.

Sumber rasa sakit keempat, lanjut Prof. Rokhmin, adalah kurangnya rasa syukur atas takdir Allah. Ia menekankan bahwa setiap rezeki yang diberikan kepada manusia sudah memiliki takaran dan kadar yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Air kalau cukupan, itu menyegarkan dan jadi sebab kehidupan. Tapi kalau berlebihan, dia jadi musibah dan menenggelamkan. Terima ukuranmu, dan bersyukurlah dengan itu,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa selalu merasa kurang terhadap pembagian Allah merupakan salah satu sebab utama kesedihan hidup di dunia. “Semoga kita terhindar dari yang demikian. Aamiin,” ucap Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 tersebut.

Sebagai penutup, Prof. Rokhmin merangkum bahwa Allah SWT telah memberikan pedoman hidup agar manusia meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat, yakni dengan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berikhtiar dan bekerja sebaik mungkin dengan niat karena Allah, menyerahkan hasil dengan ikhlas atau bertawakal, serta berbuat baik kepada sesama, menjaga silaturahmi, dan menjauhi hasad serta dengki.

“Semoga kita terhindar dari rasa sakit yang bersumber dari empat hal tersebut, dan senantiasa diberi kebahagiaan oleh Allah SWT di dunia maupun akhirat,” pungkasnya.

Quote