Pegunungan Arfak, Gesuri.id - Bupati Manokwari, Hermus Indou meminta sesama masyarakat suku Arfak tidak saling membenci dan saling menyakiti, melainkan harus membangun transformasi dan kebersamaan.
Baca: Masinton Soroti Dirjen Bea Cukai Gemar Melancong ke Daerah
Terlebih, menurut Hermus, masyarakat Arfak tidak terlalu banyak. Ia mencatat di Kabupaten Manokwari hanya ada sekitar 30-an ribu orang Arfak.
Untuk itu, kata Hermus, masyarakat Arfak harus bersatu dan saling menopang.
“Saya minta keluarga saya yang di Catubouw, mari tegakkan kebenaran Tuhan yaitu mengasihi Tuhan dan sesama. Saya ingatkan ini karena kita masyarakat Arfak harus bersaing dengan orang lain. Sementara kita hitung berapa jumlah kita, di Manokwari mungkin hanya 30 ribu. Karena itu, dalam momen tertentu kita harus bersatu,” ujarnya saat peresmian kantor Majelis Daerah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (MD GPKAI) Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Sabtu (2/4).

Bupati Manokwari, Hermus Indou, bersama Bupati Pegaf dan Mansel juga ikut menandatangani prasasti pada peresmian kantor MD GPKAI Catubouw, Sabtu (2/4/2022).
Peresmian itu dinilai istimewa sebab tidak hanya dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Pengresmian itu juga dihadiri oleh tiga bupati Tanah Arfak, yakni Bupati Pegaf, Manokwari, dan Bupati Manokwari Selatan (Mansel).
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan biasanya Gubernur Papua Barat sendiri yang melakukan pengresmian atau meletakkan batu pertama. Namun kali ini Gubernur tidak sendiri, tapi ditemani oleh tiga orang bupati.
“Hari kita alami pembaharuan luar biasa karena berkat Tuhan. Tidak seperti biasanya. Biasanya Bapak Gubernur jalan sendiri melakukan peletakan batu pertama atau pengresmian, tapi hari ini karena berkat Tuhan kita ada bersama-sama dan Catubouw yang mendapat berkat itu,” ujar Hermus.
Baca: Ahok: Belum Ada Rencana Naikkan Pertalite & Gas Elpiji 3 Kg
Hermus menambahkan, kehadiran Gubernur Papua Barat yang juga Kepala Suku Besar Arfak dengan tiga bupati yang juga putra Arfak pada kesempatan tersebut harus menjadi momentum untuk membangun transformasi.
“Jadikan momentum ini untuk membangun transformasi. Itu psan intinya. Jadikan momen ini untuk membangun kebersamaan dan kasih kepada Tuhan dan sesama,” tandas Hermus. Dilansir dari suaramandirico.

















































































