Jakarta, Gesuri.id – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai semangat Raden Ajeng Kartini sebagai inspirasi dalam melakukan perubahan sosial yang nyata.
Hal tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Kartini ke-147 sekaligus Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Pemda Sleman, Senin (27/4/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Ada pemandangan menarik dalam momentum tahun ini, di mana seluruh petugas upacara merupakan perempuan yang berasal dari berbagai instansi lintas sektoral di wilayah Sleman.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Danang Maharsa menekankan bahwa kesetaraan gender bukan berarti menyeragamkan peran antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, esensi perjuangan Kartini di masa kini adalah memberikan ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkembang sesuai dengan potensi dan keahlian yang dimiliki.
Danang menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Sleman harus mampu menjamin peluang yang adil dan setara bagi kaum perempuan untuk berkontribusi. Ia tidak ingin perempuan hanya menjadi penonton dalam derap pembangunan daerah, melainkan harus terlibat aktif dalam setiap lini strategis yang ada.
“Perempuan harus didorong untuk menjadi bagian dari pengambilan keputusan, baik di sektor pemerintahan, pendidikan, ekonomi, maupun kemasyarakatan,” ujar Danang dengan penuh semangat saat memberikan arahan di hadapan para peserta upacara.
Selain menyoroti peran perempuan, Danang juga memberikan catatan penting dalam peringatan Hari Otonomi Daerah. Ia menilai otonomi memberikan kewenangan besar bagi daerah untuk mengenali dan mengelola potensi lokal secara mandiri guna mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sleman.
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut kepemimpinan yang adaptif dan inovatif di segala level. Kemandirian daerah melalui otonomi harus dibarengi dengan keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi menciptakan terobosan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas.
Para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman juga dituntut untuk meningkatkan etos kerja yang lebih cepat, cerdas, dan responsif. Danang menyoroti dinamika zaman yang kini sangat dipengaruhi oleh transformasi digital dan tantangan perubahan iklim yang memerlukan penanganan serius dan taktis.
“Kita tidak boleh terjebak pada rutinitas birokrasi yang lambat dan berbelit. Pelayanan publik harus terus ditingkatkan kualitasnya, transparansinya diperkuat, dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja yang nyata,” ucapnya secara tegas sebagai bentuk komitmen perbaikan layanan.

















































































