Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, mengapresiasi langkah Menteri Keuangan, Purbaya, yang mulai mengkaji penerapan pajak tambahan bagi produk-produk impor, khususnya dari China.
“Ini bukan sekedar kebijakan fiskal. Ini adalah langkah untuk melindungi ekonomi dalam negeri, karena kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi hari ini,” katanya dikutip Minggu (29/3).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Indonesia masih sekitar 7,2 juta sampai 7,5 juta orang. Dan hampir 60 persen tenaga kerja kita berada di sektor informal yang sangat rentan dan mudah tergeser oleh tekanan pasar.
“Di saat yang sama, kita melihat dampak nyata di sektor real. Dalam dua tahun terakhir, lebih daripada 60 perusahaan tekstil sudah kolaps. Sekitar 61 pabrik tutup atau berhenti operasi dan sekitar 250 ribu pekerja di sektor tekstil terdampak PHK. Ini belum termasuk dampak berantai,” ujarnya.
“Konfeksi kecil para IKM tutup. Industri kecil menengah tekstil banyak yang tutup. Pengrajin kehilangan pasar dan UMKM kalah bersaing di harga platform digital.”
“Kenapa ini terjadi? Karena barang impor masuk dengan harga yang sangat murah. Bahkan seringkali tidak mencerminkan biaya produksi yang wajar. Kalau kondisi ini dibiarkan, yang kita hadapi bukan hanya persaingan usaha, tetapi hilangnya lapangan kerja secara masif,” lanjutnya.
Seperti diingatkan oleh Thomas Piketty dalam bukunya Capital, ketika keuntungan modal tumbuh lebih cepat dari ekonomi, maka ketimpangan akan melebar dan kelas menengah akan tertekan.
“Maka kita harus jujur, Indonesia hari ini memang belum jatuh dalam krisis ketimpangan ekstrim. Namun kita sudah berada di jalur yang sama,” tegasnya.
“Jika tidak dikoreksi, pertumbuhan ekonomi hanya akan memperkaya yang sudah kuat. Sementara kelas menengah yang seharusnya menjadi tulang punggung bangsa perlahan akan melemah.”
“Karena itu, apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus pemerintah lakukan? Langkah pemerintah untuk mengkaji pajak tambahannya ini adalah langkah yang tepat. Negara harus hadir. Kalau kita ingin menekan pengangguran, maka lapangan kerja harus dijaga,” pungkasnya.

















































































