Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro mengapresiasi program Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan merata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
Menurutnya, program tersebut juga memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia sekaligus karakter generasi muda.
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk karakter dan sikap yang akan menjadi bekal mereka dalam kehidupan,” kata Dede, dikutip Rabu (16/9/2026).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menyatakan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Pembangunan bangsa, kata dia, tidak hanya membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap aturan dan hukum.
Dede menilai pelaksanaan Sekolah Rakyat sejak Juli 2025 dengan tahap awal di 63 lokasi di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan adanya komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat. Salah satu keunggulan program tersebut, menurutnya, adalah penerapan sistem pendidikan berbasis asrama.
Menurut Dede, sistem pendidikan berbasis asrama memungkinkan proses pembelajaran dan pembinaan dilakukan secara lebih menyeluruh. Peserta didik tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pola pendidikan berbasis asrama menurut saya memberikan ruang yang baik untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan karakter. Nilai-nilai tersebut sangat penting karena menjadi dasar bagi seseorang untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai bagian dari masyarakat,” ucapnya.
Dede juga melihat pendekatan pendidikan Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik sebagai sebuah keunggulan. Pembentukan karakter, spiritualitas, kepedulian sosial, cinta tanah air, serta pengembangan bakat dan potensi peserta didik dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Dalam perspektif penegakan hukum, Dede menilai pendidikan karakter memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kesadaran hukum sejak dini. Menurutnya, masyarakat yang memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, menghormati aturan, serta menghargai hak orang lain akan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang tertib.
Hal tersebut, lanjut Dede, sejalan dengan fungsi dan lingkup kerja Komisi III DPR RI yang memiliki tugas di bidang penegakan hukum, termasuk melakukan pengawasan terhadap aparat penegak hukum, peradilan, serta lembaga-lembaga terkait hukum lainnya. Komisi III juga memiliki peran dalam pembahasan peraturan perundang-undangan di bidang hukum serta pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan hukum di Indonesia.
“Kalau kita berbicara mengenai penegakan hukum, tentu tidak bisa hanya berbicara mengenai aparat dan lembaga penegak hukum. Kita juga harus berbicara tentang bagaimana membangun kesadaran masyarakat sejak dini. Pendidikan memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk generasi yang memahami aturan, menghargai sesama, dan memiliki rasa tanggung jawab,” ujar Dede.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten melalui lingkungan pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang lebih sadar hukum. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan.
Dede menilai Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Keberhasilan program tersebut, kata dia, tidak hanya dapat dilihat dari aspek pendidikan formal, tetapi juga dari kemampuan membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran terhadap kehidupan bermasyarakat serta hukum.
Dia berharap komitmen dan kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat terus ditingkatkan. Dengan pendidikan yang berkualitas dan pembentukan karakter yang kuat, Dede optimistis program tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang unggul sekaligus memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Pada akhirnya, pembangunan sumber daya manusia dan penegakan hukum memiliki hubungan yang sangat erat. Kita membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga berintegritas, disiplin, memahami aturan, dan mampu menghormati hak orang lain. Karena itu, saya melihat Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi penting untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.

















































































