Surabaya, Gesuri.id - Peserta Program Doktor Universitas Airlangga (Unair), Didik Prasetiyono, mendorong penguatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG) pada kawasan industri di Indonesia melalui riset disertasinya yang dipaparkan dalam Ujian Proposal Disertasi di Gedung Sekolah Pascasarjana Unair, Jumat (6/2/2026).
“Sekarang ini, investor tidak hanya melihat keuntungan, tapi juga bagaimana kawasan industri mengelola lingkungan, sosial, dan tata kelolanya,” kata Didik yang juga Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif, dan Eksekutif DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Dalam pemaparannya, Didik menjelaskan bahwa penelitian tersebut menyoroti peran kemampuan manajerial pengelola kawasan industri dalam meningkatkan kinerja ESG, terutama di tengah tuntutan regulasi serta tekanan global yang terus berkembang.
Menurut alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair angkatan 1993 itu, standar ESG kini telah menjadi tolok ukur penting dalam investasi internasional. Ia menilai, lembaga pemeringkat global seperti MSCI memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investor untuk menanamkan modal di suatu negara.
“Kalau kita ingin investasi besar datang, maka kawasan industrinya harus dikelola dengan baik dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik mengambil sampel penelitian dari 112 pengelola kawasan industri di seluruh Indonesia. Kawasan tersebut memiliki karakteristik beragam, mulai dari yang baru berkembang hingga yang telah beroperasi puluhan tahun, dengan mayoritas berada di Pulau Jawa.
Didik menegaskan, penerapan ESG tidak boleh berhenti pada tataran administratif semata, melainkan harus diimplementasikan secara nyata, mulai dari pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, hubungan dengan masyarakat sekitar, hingga tata kelola internal perusahaan.
“Kawasan industri itu ibarat landasan pacu bandara. Kalau ingin pesawat besar mendarat, landasannya harus siap. Begitu juga investasi berkualitas,” ujarnya.
Dalam ujian tersebut, Didik dinyatakan lulus ujian proposal disertasi, menjadi langkah awal untuk melanjutkan riset yang diharapkan mampu memberikan kontribusi kebijakan bagi pemerintah dan pengelola kawasan industri.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merumuskan kebijakan kawasan industri yang lebih ramah lingkungan, berdaya saing global, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

















































































