Mentawai, Gesuri.id – Perjalanan panjang dan medan yang tak mudah tak menyurutkan langkah Tim Kesehatan dan dokter diaspora DPP PDI Perjuangan untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan menumpang katinting—perahu kecil yang menjadi satu-satunya sarana transportasi—tim menembus keterisolasian Desa Katurei di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, demi memberikan pelayanan kesehatan bagi warga.
Menyisir tepi barat Indonesia, Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan memastikan layanan medis benar-benar menjangkau kelompok rentan, mulai dari lansia, ibu hamil, hingga anak-anak. Desa Katurei yang jauh dari pusat kota dan sulit dijangkau menjadi salah satu titik perhatian utama dalam misi kemanusiaan ini.
Perjalanan menuju lokasi dibagi menjadi dua tim. Tim pertama berangkat lebih awal dari penginapan menuju muara untuk menjemput logistik dan obat-obatan. Sementara itu, tim kedua sudah menunggu di muara sungai. Setelah logistik terkumpul, seluruh tim langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Katurei.
Sepanjang perjalanan, relawan kesehatan DPP PDI Perjuangan harus menyusuri jalur sungai dengan kondisi yang cukup ekstrem. Katinting melaju perlahan melewati Terusan Monachi Katurei, jalur buatan masyarakat setempat, lalu menembus kawasan hutan bakau yang rapat. Air sungai, akar bakau, dan arus menjadi saksi tekad para relawan yang tak ingin meninggalkan warga sendirian menghadapi keterbatasan.
Waktu tempuh menuju muara Desa Katurei mencapai sekitar satu jam dari penginapan. Setibanya di sana, tanpa banyak jeda, tim langsung menuju Gereja Katolik Santo Yusuf Stasi TIOP yang dijadikan lokasi pelayanan kesehatan.
Kehadiran tim yang dipimpin Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Hendrikus Erik disambut antusias oleh masyarakat. Warga berdatangan, sebagian dengan langkah pelan, sebagian lainnya dibantu keluarga, membawa keluhan kesehatan yang selama ini sulit mereka sampaikan karena keterbatasan akses layanan medis.
Beragam keluhan disampaikan kepada tenaga medis, mulai dari nyeri tulang dan pegal-pegal, infeksi saluran pernapasan atas (batuk dan pilek), katarak, penyakit kulit seperti gatal-gatal, hingga hipertensi. Mayoritas pasien yang datang merupakan warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
Tercatat, sebanyak 121 warga Desa Katurei menerima layanan pengobatan gratis dari Tim Relawan Kesehatan DPP PDI Perjuangan. Tak hanya melayani di lokasi, tim juga menyempatkan diri mengunjungi rumah-rumah warga lansia yang tidak mampu datang langsung ke gereja karena kondisi fisik yang terbatas.
Bagi warga, kehadiran tim kesehatan bukan sekadar soal obat dan pemeriksaan medis, melainkan juga tentang rasa diperhatikan dan didampingi. Di desa yang terisolir, kepedulian menjadi penguat harapan.
Pengobatan gratis hingga ke pelosok Kepulauan Mentawai ini menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk selalu hadir, menangis dan tertawa bersama rakyat, tanpa membedakan jarak dan keterbatasan.

















































































