Jakarta, Gesuri.id – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Barat masa bakti terbaru resmi dikukuhkan melalui Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar secara daring oleh DPP PDI Perjuangan di Jakarta dan diikuti DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat di Padang, Rabu (7/1/2026). Pengukuhan ini berlangsung dalam suasana penuh makna, karena dilaksanakan di tengah kerja-kerja kemanusiaan partai di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Di tengah situasi Pascabencana, DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat menggelar Konferensi Daerah (Konferda) serta Konferensi Cabang (Konfercab) serentak secara hikmat dan sederhana melalui sambungan daring dengan DPP PDI Perjuangan di Kantor Partai DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Jalan Veteran Dalam, Kota Padang.
Melalui Konferda dan Konfercab serentak ini diputuskan susunan kepengurusan partai di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk masa bakti Tahun 2025-2030.
Konferda tersebut kembali mengukuhkan Alex Indra Lukman sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Sutan Riska sebagai Sekretaris, serta Syamsul Bahri sebagai Bendahara. Pengukuhan kepengurusan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi simbol komitmen PDI Perjuangan untuk tetap hadir dan menyatu dengan penderitaan rakyat.
Kepengurusan DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat yang baru dituntun untuk terus turun ke bawah, menangis dan tertawa bersama rakyat, terutama di saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Nilai keberpihakan dan kerja nyata di tengah masyarakat kembali ditegaskan sebagai roh perjuangan partai.
Sementara itu, suasana khidmat dan sederhana tampak dari Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan Kepada Tuhan YME DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Farid Anshar Alghifari, yang mengikuti jalannya Konferda secara daring langsung dari lokasi bencana di Limau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Bung Farid berada di kawasan terdampak bencana bersama Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan yang telah sekitar lima hari bertugas memberikan pelayanan kesehatan serta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga di wilayah yang hingga kini masih terisolir.
Meski berada di tengah tugas kemanusiaan dan keterbatasan kondisi lapangan, Bung Farid tetap mengikuti rangkaian Konferda dengan penuh semangat. Ia dengan khusyuk membaca sumpah dan janji pelantikan sebagai Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat masa bakti 2025–2030.
Pengukuhan kepengurusan DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat di tengah bencana ini menjadi penegasan bahwa kerja politik PDI Perjuangan tidak pernah terpisah dari kerja kemanusiaan. Partai hadir bukan hanya dalam ruang-ruang formal organisasi, tetapi juga di tengah lumpur, duka, dan harapan rakyat yang sedang berjuang untuk bangkit kembali.

















































































