Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J.D. Wattimena, menegaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kebudayaan merupakan pilar utama dalam memperkuat perekonomian nasional.
Perancang busana senior Indonesia ini menilai, potensi wastra Nusantara, ekonomi kreatif, industri film, hingga ekonomi digital perlu disokong kebijakan yang berpihak agar mampu bersaing di kancah global.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Melalui materi sosialisasi publikasi DPR RI, Samuel mengungkapkan bahwa pengalamannya di dunia fashion sejak 1979 membentuk pandangannya tentang kekayaan budaya.
Bagi legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I (Kota/Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga) tersebut, budaya tidak sekadar bernilai seni, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Budaya tidak boleh berhenti di panggung pertunjukan. Budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi, UMKM bisa naik kelas, dan kreativitas lokal dapat dibawa ke ruang kebijakan," tegas Samuel.
Ia menekankan bahwa pembinaan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan teknis belaka. Agar produk lokal mampu bersaing dengan produk impor, pemerintah perlu memberikan perlindungan, kemudahan akses pasar, dan keberpihakan regulasi.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Pengembangan wastra Nusantara, pariwisata berbasis budaya, serta penguatan UMKM menurutnya harus berjalan beriringan.
Tak hanya itu, Samuel juga menyoroti pentingnya penguatan industri film nasional, pengembangan gim, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bijak, serta optimasi ekonomi digital. Sektor-sektor ini dinilainya sebagai ruang tumbuh strategis bagi kreativitas generasi muda Indonesia.

















































































