Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyambut positif rencana pemerintah meluncurkan program tim dokter terbang dan ambulans udara. Inovasi ini dinilai sangat krusial untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil yang masih minim fasilitas dan tenaga medis.
Dukungan tersebut disampaikan Charles usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI terkait Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
“Fasilitas dan jumlah tenaga kesehatan (nakes) saat ini masih jauh dari kata memadai. Jika ke depan ada program dokter terbang, tentu kita sangat mendukung karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Charles.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Meski begitu, politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan pemerintah agar tidak sekadar berfokus pada pengadaan fasilitas dan program baru. Kesejahteraan nakes di daerah harus menjadi prioritas yang sejalan dengan peningkatan layanan publik.
Charles mengungkapkan, pihaknya masih sering menerima keluhan dari para nakes—khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah—terkait pemotongan tunjangan hingga penundaan pembayaran selama berbulan-bulan.
“Fasilitas dan layanan publik kita perbaiki, tetapi jangan melupakan kesejahteraan nakes dan tenaga medis. Kesejahteraan mereka berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kepada pasien,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan program dokter terbang, Charles mendesak pemerintah menyiapkan seluruh matrik perencanaan secara matang sebelum diluncurkan ke publik agar tidak terkesan tergesa-gesa.
“Program ini harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai karena tergesa-gesa tanpa persiapan matang, implementasinya di lapangan justru kurang ideal. Kita harus belajar dari program-program sebelumnya,” pungkas Charles.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan mengakui ketimpangan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah terisolasi di Indonesia. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan terobosan berupa penyediaan ambulans udara dan tim dokter terbang.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
"Kita harus mencari terobosan inovatif. Salah satu jalannya adalah pengadaan ambulans udara dan tim dokter terbang," kata Presiden Prabowo, Jumat (14/8/2026).
Presiden menjelaskan, ambulans udara tersebut dirancang khusus agar mampu mendarat di medan sulit, seperti lapangan rumput, area berpasir, hingga bantaran sungai. Langkah ini diambil untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah terpencil akibat lambatnya penanganan medis.
"Saya sering mendapat laporan ibu hamil atau bayi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit karena jarak yang sangat jauh. Kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi," tegas Presiden Prabowo.

















































































