Ikuti Kami

Mulai dari Langkah Kecil, Shanty Alda Ajak Ibu-Ibu di Tegal Bijak Kelola Sampah Dapur

Shanty menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu krusial yang harus diperjuangkan secara kolektif.

Mulai dari Langkah Kecil, Shanty Alda Ajak Ibu-Ibu di Tegal Bijak Kelola Sampah Dapur
Anggota DPR RI, Shanty Alda Natalia.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Shanty Alda Natalia, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif dan bijak dalam mengelola sampah rumah tangga. Kesadaran mendasar ini dinilai menjadi kunci utama untuk mengatasi krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

​Imbauan tersebut disampaikan Shanty saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat. Acara yang berlangsung di Kota Tegal ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

​Dalam arahannya, Shanty menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu krusial yang harus diperjuangkan secara kolektif. Ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas harian masyarakat tanpa disadari terus menghasilkan limbah buangan yang menumpuk.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​"Kenapa kita harus perhatikan dan perjuangkan bersama-sama? Karena kita semua ini menghasilkan atau memproduksi sampah. Tanggung jawab mengelola sampah ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Shanty.

​Ia menyoroti bahwa porsi terbesar limbah buangan saat ini didominasi oleh sisa makanan dari dapur keluarga. Di samping itu, kebiasaan penggunaan kantong plastik sekali pakai saat berbelanja juga turut mendongkrak volume limbah secara signifikan.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

​Untuk itu, masyarakat diharapkan mulai menerapkan pola hidup minim sampah melalui tindakan sederhana di tingkat keluarga. Langkah kecil seperti membawa kantong belanja mandiri saat ke pasar dinilai membawa dampak besar apabila dijalankan secara konsisten.

​Kondisi penumpukan limbah di Indonesia saat ini dinilai sudah memasuki taraf mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan cepat. Meskipun dukungan teknologi pengelolaan modern tetap dibutuhkan, kesadaran dari tingkat tapak jauh lebih krusial.

​"Indonesia sudah darurat sampah, sudah mengerikan. Jadi untuk mengatasi persoalan sampah itu memang benar-benar harus dimulai dari diri kita sendiri. Gerakan yang sederhana tapi berdampak banyak ke orang lain," tegasnya.

Quote