Sumut, Gesuri.id - Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Dameria Pangaribuan, mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) segera mengatasi kekurangan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan.
Persoalan tersebut dinilai perlu segera ditangani agar program pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem tidak tersendat sejak awal pelaksanaannya.
“Menyikapi keluhan itu, kita mendesak Kementerian Sosial untuk mengatensi keterbatasan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat ini. Apalagi salah satu yang minim adalah guru agama,” kata Dameria dikutip Kamis (1/10/2026).
Dameria menyampaikan desakan tersebut setelah Kepala SD dan SMA SRT 2 Medan, Syahripal Putra, mengeluhkan keterbatasan tenaga pengajar kepada Deputi 3 Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana.
Menurut Dameria, kekurangan guru menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan, terutama pada jenjang sekolah dasar. Ia menilai kebutuhan tenaga pendidik harus segera dipenuhi, termasuk untuk mata pelajaran agama.
Dameria mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah. Karena itu, pelaksanaannya harus ditopang tenaga pendidik yang cukup dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan siswa.
“Program Sekolah Rakyat ini baik dan patut diapresiasi. Namun, pelaksanaannya harus maksimal, baik dari sisi mutu pendidikan, kesehatan maupun sektor lainnya,” ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Bidang Kebijakan Publik itu.
Ia mengatakan kekurangan tenaga pengajar berpotensi mengganggu proses belajar-mengajar sekaligus pencapaian tujuan program. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, bukan sekadar penambahan jumlah guru.
“Persoalan kekurangan tenaga pendidik harus segera dicarikan solusi melalui koordinasi antara Kemensos, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Yang paling penting, ketersediaan guru bukan hanya menyangkut jumlah, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan tenaga pengajar,” katanya.
Selain jumlah, Dameria meminta kompetensi guru yang ditempatkan di Sekolah Rakyat turut menjadi perhatian. Pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, kata dia, harus dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran agar kualitas pendidikan siswa tetap terjamin.
Persoalan kekurangan guru tersebut menjadi semakin menonjol karena jumlah tenaga pendidik di jenjang SD SRT 2 Medan saat ini disebut jauh dari kebutuhan. Dari 540 siswa SD, hanya tersedia dua guru.
Sementara itu, pada jenjang SMA terdapat 17 guru. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat di Medan, terlebih program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.

















































































