Kotim, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson memberikan apresiasi terhadap peningkatan fasilitas di Pelabuhan Sampit yang dinilai berdampak positif bagi keamanan dan kenyamanan penumpang, khususnya menjelang musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
"Kaget saya melihat banyak perubahan. Ada autogate seperti stasiun juga. Semakin bagus. Ini harus terus ditingkatkan," kata Rinie saat memimpin rombongan Komisi IV DPRD Kotim memantau Posko Terpadu Pelabuhan Sampit, Minggu (21/12/2025).
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, Pelabuhan Sampit memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang sekaligus etalase Kabupaten Kotawaringin Timur.
Seluruh penumpang kapal laut yang datang maupun berangkat akan melewati pelabuhan tersebut sebelum memasuki wilayah Kota Sampit dan daerah lain di Kotim.
Dengan penataan dan peningkatan fasilitas yang terus dilakukan, Rinie menilai Pelabuhan Sampit akan memberikan kesan positif bagi tamu dari luar daerah. Pelabuhan yang tertib dan tertata rapi akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kotawaringin Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Rinie berulang kali menyampaikan kekagumannya atas berbagai perubahan yang telah dilakukan.
Ia mengapresiasi langkah Pelindo bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit yang dinilai berhasil mendorong kemajuan Pelabuhan Sampit, baik dari sisi fasilitas maupun pengelolaan arus penumpang dan barang.
"Selain masalah keamanan, faktor kenyamanan penumpang juga harus menjadi perhatian. Makanya penambahan fasilitas ini sangat bagus karena bisa membuat penumpang semakin aman dan nyaman," ucap Rinie.
Sementara itu, Manager Terminal Pelayanan Terminal Pelabuhan Sampit, Tri Purbo Waluyojati, menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran setiap tahunnya demi memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
"Kami siap memberikan pelayanan optimal. Beberapa penambahan fasilitas juga sudah selesai, seperti pagar pembatas, ruang tunggu dan lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, dermaga Pelabuhan Sampit memiliki panjang 316 meter dan lebar 10 meter, serta mampu melayani tiga kapal yang sandar secara bersamaan. Belum lama ini, Pelindo juga menambah pagar pembatas di sepanjang dermaga sehingga area tersebut menjadi steril dan hanya dapat diakses oleh penumpang serta pihak berkepentingan.
Pemeriksaan penumpang kini juga diperketat dengan pemasangan autogate atau pintu otomatis di pintu masuk terminal penumpang. Hanya penumpang yang memiliki tiket atau petugas yang dapat melakukan pemindaian untuk melewati autogate, sebagaimana sistem di sarana transportasi modern lainnya.
Selain itu, peningkatan fasilitas juga dilakukan di ruang tunggu terminal berkapasitas 800 penumpang dengan penambahan enam unit pendingin ruangan agar penumpang lebih nyaman selama menunggu keberangkatan kapal. Layar informasi jadwal kapal juga ditambah untuk menampilkan jadwal pelayanan kapal sejak proses check-in hingga waktu keberangkatan.
"Jadi bukan hanya faktor keamanan dan keselamatan yang menjadi perhatian kami, tetapi juga faktor kenyamanan. Kami berupaya memberikan pelayanan seoptimal mungkin, termasuk saat Nataru ini," pungkasnya.

















































































