Ikuti Kami

Dugaan Keracunan Massal Santri di Sidoarjo, Baguna PDI Perjuangan Kerahkan Tim Ambulans dan Logistik

Hari Yulianto, memantau langsung penanganan korban di IGD RS Notopuro Sidoarjo.

Dugaan Keracunan Massal Santri di Sidoarjo, Baguna PDI Perjuangan Kerahkan Tim Ambulans dan Logistik

Sidoarjo, Gesuri.id  — Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo mengerahkan dua tim ambulans untuk membantu evakuasi ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang diduga mengalami keracunan massal, Selasa (1/9).

​Ratusan santri tersebut dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah sejak Selasa sore, sekitar pukul 16.09 hingga 18.00 WIB.

​Menerima laporan tersebut, tim Baguna PDI Perjuangan Sidoarjo bergerak cepat menuju lokasi. Bersama puluhan unit ambulans dari berbagai instansi, relawan bahu-membahu mengevakuasi para korban ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Beberapa rumah sakit tujuan evakuasi di antaranya RS Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, serta faskes di sekitar Kecamatan Tanggulangin. Mengingat lonjakan jumlah pasien, sebagian santri bahkan harus dirujuk ke beberapa rumah sakit di Surabaya.

​Tak hanya armada medis, sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sidoarjo juga turun langsung ke lokasi penanganan. Salah satunya Hj. Kasipah yang aktif berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses evakuasi.

​Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, memantau langsung penanganan korban di IGD RS Notopuro Sidoarjo.

​Hari menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh santri mendapatkan pelayanan medis yang maksimal. Pihak rumah sakit juga menyediakan pembaruan data pasien secara berkala guna mempermudah akses informasi bagi pihak keluarga.

​"Yang terpenting saat ini adalah memberikan pertolongan medis terbaik untuk para santri," ujar Hari saat berada di IGD RS Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

​Terkait desas-desus yang menyebutkan insiden ini dipicu oleh menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hari enggan berspekulasi. Ia menegaskan bahwa investigasi penyebab kejadian bukanlah fokus utama di tengah situasi darurat.

​"Hal-hal seperti sumber penyebab keracunan bukan prioritas malam ini. Keselamatan anak-anak kita, para santri, harus didahulukan," tegasnya.

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

​Aksi tanggap darurat oleh Baguna Sidoarjo ini bukanlah yang pertama. Akhir September 2025 lalu, relawan Baguna juga terlibat aktif dalam evakuasi korban ambruknya gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo.

​Kala itu, Baguna Sidoarjo bekerja sama dengan relawan lintas daerah—termasuk dukungan unit ambulans dari anggota DPR RI Indah Kurnia—untuk menerjunkan puluhan personel, 8 unit ambulans, serta tim medis. Selain evakuasi, mereka menyuplai suplemen dan bantuan logistik bagi tim Search and Rescue (SAR) di lokasi bencana.

​Tak berhenti di situ, aksi kemanusiaan Baguna Sidoarjo juga konsisten hadir dalam bencana alam. Pada Januari 2026, relawan menggelar layanan kesehatan gratis serta membagikan ratusan porsi makanan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Porong dan sejumlah wilayah Sidoarjo lainnya.

Quote