Ikuti Kami

Edi Kritik Kebijakan Lucky yang Lepas Liarkan Ular ke Sawah Untuk Membasmi Tikus

Apabila dana ketahanan pangan sebesar 20 persen disetiap desa dioptimalkan guna penanganan hama.

Edi Kritik Kebijakan Lucky yang Lepas Liarkan Ular ke Sawah Untuk Membasmi Tikus
Anggota DPRD Kabupaten Indramayu Edi Fauzi.

Jakarta, Gesuri.id - Gagasan pelepasan ular yang dilakukan oleh Bupati Lucky dalam menanggulangi hama tikus dinilai kurang bermanfaat dan hanya menyisakan ketakutan pada masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Indramayu Edi Fauzi mengungkapkan apabila dana ketahanan pangan sebesar 20 persen disetiap desa dioptimalkan guna penanganan hama, maka permasalahan soal adanya serangan tikus di sawah bisa diminimalisir.Wisata alam Indramayu.

Baca: Ganjar Dorong Delapan Parpol di DPR RI Duduk Bersama

"Kalau dana ketahanan pangan 20 persen setiap desa untuk menangani hama sesuai mas Ono sampaikan tadi gropyokan (tikus) desanya, dan dana itu untuk membeli tikus tangkapan petani sebagai hadiah, tentu dana Ketahanan pangan ini akan optimal digunakan untuk membasmi hama," kata Edi Fauzi, Minggu (24/8).

"Jadi (Bupati Indramayu) tidak perlu repot-repot keliling beli ular sebar ular (disawah), cukup tanda tangan kebijakannya mengoptimalkan dana desa untuk ketahanan pangan" sambungnya. 

Kemudian Edi pun menandaskan kalau hal ini sudah diusulkan oleh Fraksi PDI Perjuangan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dalam acara pandangan umum hasil reses di masyarakat Dapil 6 Indramayu.

Baca: Teknologi Kian Gerus Dunia Pekerjaan

"Mudah-mudahan Bupatinya respon. Supaya tidak pusing-pusing sebar ular yang bikin resah masyarakat. Jadi misalkan anggaran dana desa ada sebesar 1 milyar, 20 persennya 200 juta itu bisa untuk ketahanan pangan membantu petani dalam rangka membasmi hama tikus" ungkapnya. 

Sementara itu, dalam acara Penyebarluasan Perda tersebut, beberapa audiens menyampaikan rasa kekhawatirannya terhadap kebijakan penyebaran ular ke sawah oleh Bupati Lucky.

Quote