Bandung, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi Go, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Tindakan tersebut dinilai sebagai teror nyata terhadap demokrasi di Indonesia.
Angie, yang akrab disapa Teh Angie, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.
Menurutnya, serangan ini bukan sekadar kekerasan fisik biasa, melainkan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
"Ini bukan sekadar serangan fisik, melainkan upaya biadab dan pengecut untuk menebar teror serta membungkam suara-suara kritis yang memperjuangkan kemanusiaan," ujar Angie dalam keterangan tertulisnya.
Desak Pengusutan Tuntas
Politisi PDI Perjuangan ini mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Ia menekankan bahwa negara harus hadir memberikan rasa aman bagi setiap warga negara, terutama mereka yang berjuang di jalur kemanusiaan.
Ia mengkhawatirkan, jika aksi kekerasan semacam ini dibiarkan tanpa tindakan tegas, Indonesia akan terjebak dalam "penjajahan baru" di mana ruang suara masyarakat dibatasi oleh rasa takut.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Indonesia merdeka dengan pengorbanan jutaan nyawa demi kebebasan berserikat dan bersuara. Nilai-nilai inilah yang harus kita jaga bersama," lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Teh Angie menegaskan bahwa intimidasi dalam bentuk apa pun tidak akan pernah bisa memadamkan perjuangan demi kebenaran.
"Tindakan pengecut seperti ini tidak memiliki tempat di tengah masyarakat yang beradab. Kekerasan tidak akan pernah bisa membungkam kebenaran. Kami berdiri bersama korban untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu," pungkasnya.

















































































