Ikuti Kami

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar Nilai Tugu Benteng Mangrove dan Bundaran Gaporaya Pertegas Identitas Ibu Kota

Keberadaan ikon tersebut dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan daerah akan simbol dan wajah kota.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar Nilai Tugu Benteng Mangrove dan Bundaran Gaporaya Pertegas Identitas Ibu Kota
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, menilai pembangunan Tugu Benteng Mangrove dan Bundaran Gaporaya di Jalan Ayani 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, sebagai penanda penting yang mempertegas identitas ibu kota Kabupaten Kubu Raya. 

Keberadaan ikon tersebut dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan daerah akan simbol dan wajah kota yang merepresentasikan status administratif Kubu Raya sebagai kabupaten yang telah berdiri hampir dua dekade.

“Selama ini orang selalu bertanya, mana sebenarnya ibu kota Kabupaten Kubu Raya, mana kotanya. Karena memang belum terlihat, belum dipoles dan belum tertata dengan baik,” kata Agus, dikutip Selasa (6/1).

Agus menjelaskan, sejak Kabupaten Kubu Raya resmi terbentuk pada tahun 2007, persoalan penataan ibu kota masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup panjang. Minimnya ikon dan penataan kawasan perkotaan membuat keberadaan ibu kota kerap dipertanyakan oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Menurutnya, peresmian Tugu Benteng Mangrove oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi Kecamatan Sungai Raya sebagai pusat pemerintahan dan wajah utama Kabupaten Kubu Raya.

“Dengan adanya tugu ini, sekarang sudah jelas, inilah kota Kubu Raya. Ini menjadi ikon dan landmark yang menunjukkan identitas daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang dinilai mulai serius dalam melakukan penataan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Sungai Raya. Ia melihat adanya perubahan positif melalui pembangunan berbagai infrastruktur penunjang yang mulai dirasakan masyarakat.

“Sekarang sudah mulai kelihatan penataannya. Trotoar sudah rapi, jalan-jalan diperindah, taman dan ruang publik juga mulai banyak dibangun. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah,” ucapnya.

Agus menilai, penataan kota tidak hanya penting untuk estetika, tetapi juga berdampak pada kenyamanan masyarakat, peningkatan aktivitas sosial, serta penguatan identitas daerah. Keberadaan ruang publik dan landmark, menurutnya, menjadi elemen penting dalam membangun kebanggaan warga terhadap daerahnya sendiri.

Ia pun berharap, pembangunan dan penataan kawasan perkotaan yang telah dimulai ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terencana, sehingga tidak berhenti hanya pada pembangunan simbol semata.

“Ini awal yang baik. Landmark kota Kubu Raya sudah mulai terlihat rapi dan jelas. Ke depan, kita harapkan penataan ini terus berlanjut sehingga Kubu Raya benar-benar tampil sebagai kota modern,” jelasnya.

Dengan hadirnya Tugu Benteng Mangrove dan Bundaran Gaporaya, Kabupaten Kubu Raya diharapkan semakin memiliki identitas yang kuat sebagai ibu kota kabupaten yang tertata, representatif, dan mampu mencerminkan kemajuan daerah di Kalimantan Barat.

Quote