Pontianak, Gesuri.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen mendongkrak angka inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Salah satu langkah konkretnya ditunjukkan melalui dukungan terhadap kolaborasi PT AIA Financial (AIA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam mengedukasi warga terkait manajemen finansial masa depan.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi kedua lembaga keuangan tersebut yang menggelar seminar bertajuk Legacy of Love – Warisan untuk Generasi Mendatang di Hotel Mercure Pontianak, Jumat (12/6).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Menurut Krisantus, pemahaman menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan keluarga merupakan pilar utama dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat yang kokoh.
"Perencanaan keuangan, perlindungan aset, dan penyiapan warisan secara matang adalah hal krusial agar masyarakat dapat mempersiapkan masa depan keluarga dengan jauh lebih baik," ujar Krisantus.
Dalam pandangannya, esensi dari sebuah warisan sering kali disalahartikan secara sempit hanya sebatas pembagian aset atau harta benda fisik. Padahal, cakupannya jauh lebih luas, yakni menjaga keberlanjutan kesejahteraan antar-generasi.
Krisantus menekankan bahwa masyarakat perlu memperkuat wawasan mengenai tata kelola aset, proteksi finansial, hingga aspek hukum yang mengikat dalam proses pewarisan. Keberhasilan finansial seseorang, lanjutnya, tidak hanya diukur dari seberapa besar kekayaan yang berhasil dikumpulkan.
"Keberhasilan itu bukan hanya tentang membangun aset, tetapi bagaimana menjaga nilai, hasil kerja keras, serta memberikan fondasi yang kuat bagi generasi mendatang," tuturnya secara mendalam.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
Melalui edukasi yang masif seperti ini, Pemprov Kalbar berharap masyarakat dapat bertindak lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan strategis, termasuk dalam menyusun mitigasi risiko masa depan.
Krisantus mengajak seluruh peserta seminar untuk menjadikan momen ini sebagai pemantik kesadaran baru. Ia mengingatkan bahwa bekal terbaik bagi anak cucu adalah kombinasi antara kesiapan materiil dan imateriil.
"Mari jadikan kegiatan ini sebagai pengingat bahwa warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi berikutnya bukan hanya harta, tetapi juga nilai-nilai kehidupan, pendidikan, karakter, dan kemandirian ekonomi," pungkasnya.

















































































