Kubu Raya, Gesuri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Kebijakan ini diambil di tengah tantangan berat menyusul pemangkasan signifikan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak akan menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga pelayanan dasar masyarakat. Terlebih, kedua sektor tersebut merupakan amanat belanja wajib (mandatory spending) secara nasional.
"Kami sangat prihatin dan sedih dengan kondisi ini, tetapi kita tidak boleh menyerah. Pendidikan dan kesehatan memiliki mandatory spending nasional, jadi tahun depan alokasinya akan kami maksimalkan," ujar Sujiwo usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang DPRD Kubu Raya, Jumat (19/6).
Langkah memprioritaskan dua sektor ini bukan tanpa alasan. Sujiwo membeberkan bahwa fasilitas dasar milik pemkab saat ini membutuhkan perhatian mendesak.
Berdasarkan data riil, sekitar 60 persen bangunan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kubu Raya dalam kondisi rusak.
Baca: Ganjar Pranowo Ingin Generasi Muda Indonesia Jadi Tuan
Kondisi serupa juga menimpa sektor kesehatan. Banyak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) serta peralatan medis yang kondisinya sudah tidak layak pakai.
"Kondisinya memang memprihatinkan. Karena itu, anggaran ke depan akan benar-benar diarahkan untuk memperbaiki layanan dasar masyarakat," tutur Sujiwo.

















































































