Ikuti Kami

Gandeng Badan Karantina, Karolin Margret Natasa Dorong Petani Landak "Naik Kelas" Jadi Pengusaha

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Landak.

Gandeng Badan Karantina, Karolin Margret Natasa Dorong Petani Landak
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak sekaligus Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Landak, Gesuri.id – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak sekaligus Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mendorong terciptanya sinergi kuat antara HKTI, para petani, dan Badan Karantina. 

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Landak.

Menurut Karolin, pengembangan sektor pertanian saat ini tidak boleh lagi hanya berfokus pada kuantitas atau peningkatan hasil produksi semata. Kualitas komoditas dan perluasan peluang pasar juga harus menjadi prioritas utama.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Langkah awal kerja sama ini dijajaki Karolin melalui komunikasi intensif dengan Kepala Badan Karantina demi membawa manfaat langsung bagi para petani di lapangan.

"Kebetulan tadi bertemu teman lama yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Karantina. Momentum ini harus kita manfaatkan agar ada sinergi nyata antara HKTI, Badan Karantina, dan petani di Kabupaten Landak untuk mendorong ketahanan pangan di daerah kita," ujar Karolin kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Karolin menilai tantangan di sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, petani tidak bisa lagi berjalan sendiri tanpa dukungan dari organisasi profesi, pemerintah, hingga lembaga pengawas komoditas seperti Badan Karantina.

Ia juga mengimbau para petani di Kabupaten Landak untuk berani beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang tinggi di pasaran.

Baca: Ganjar Tegaskan Sikap PDI Perjuangan di Luar Pemerintahan

"Sebagai Ketua HKTI Kabupaten Landak, saya tegaskan bahwa kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama. Pertanian kita harus modern, dan petani kita harus berani naik kelas menjadi pengusaha," tegasnya.

Melalui kolaborasi yang solid ini, Karolin optimistis para petani akan mendapatkan dukungan yang lebih luas, baik dari segi peningkatan kapasitas (edukasi) maupun pengembangan sektor pertanian yang berorientasi pada nilai tambah komoditas.

Ia mengingatkan bahwa integrasi antarlembaga adalah kunci utama agar program-program pertanian tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang satu sama lain.
"Ketahanan pangan itu bukan sekadar slogan, melainkan urusan perut rakyat yang harus kita jamin bersama," pungkas Karolin.

Quote