Blitar, Gesuri.id - Bupati Blitar yang juga politisi PDI Perjuangan Rijanto mengatakan Pemkab Blitar memilih sikap tak buru-buru dalam mengeksekusi kebijakan Presiden Prabowo untuk mengembalikan kejayaan atap tanah liat melalui program gentengisasi.
Meskipun demikian, Bupati Rijanto, secara terbuka menyatakan kegembiraannya atas gagasan tersebut. Baginya, instruksi ini merupakan angin segar bagi napas industri lokal yang kembang kempis dihantam tren material bangunan modern.
Kabupaten Blitar memang bukan pemain baru dalam industri tanah liat. Wilayah ini memiliki sejarah panjang sebagai produsen genteng, terutama di Desa Bendosewu (Kecamatan Selopuro) dan beberapa titik di Kecamatan Kademangan.
Namun, kejayaan itu kini tinggal cerita lama seiring merosotnya permintaan pasar.
“Sangat positif. Ya saya senang kalau gitu itu. Dulu ada kampung-kampung yang masyarakatnya budidaya (membuat) genteng. Ini berarti ini bangkit lagi,” ujar Rijanto, Selasa (17/2/2026).
Potensi kebangkitan ekonomi ini dinilai luar biasa. Program gentengisasi bukan sekadar soal estetika bangunan, melainkan upaya memutar kembali roda ekonomi di tingkat perajin desa yang selama ini kalah bersaing dengan baja ringan dan asbes.
Meski secara emosional mendukung, Rijanto menunjukkan sikap yang sangat berhati-hati, bahkan cenderung defensif, terkait langkah konkret daerah.
Ia menegaskan tidak akan terburu-buru merespons visi Presiden tersebut sebelum ada hitam di atas putih mengenai mekanisme teknisnya.

















































































