Ikuti Kami

GMNI : Konflik Agraria Sidomukti Berdampak Buruk Pada Masjid

Setiap harinya dalam beribadah jamaah hanya memakai lilin dan mesin diesel untuk mengumandangkan adzan dan melangsungkan shalat.

GMNI : Konflik Agraria Sidomukti Berdampak Buruk Pada Masjid
Ketua DPD GMNI Sumut Paulus Peringatan Gulo.

Labuhanbatu Utara, Gesuri.id - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan konflik agraria antara PT Smart Tbk dengan warga kampung Baru Sidomukti (Reformasi), Desa Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, berdampak pada berbagai sektor  masyarakat.

Salah satu nya berdampak pada pembangunan masjid dan keberlangsungan proses Ibadah warga.

Baca: GMNI Bela Bung Karno Dari Tuduhan Haikal Hassan

"Masjid itu adalah masjid Ar-Rahman yang terletak di jantung kampung tersebut. Rumah ibadah itu masih belum terselesaikan penuh,  fasilitas umumnya juga masih belum sampai di masjid tersebut, seperti halnya listrik yang masih belum terpasang di masjid karna adanya intervensi dari pada pihak PT.Smart Tbk terhadap PT.PLN Persero," ungkap Ketua DPD GMNI Sumut Paulus Peringatan Gulo, baru-baru ini. 

Sehingga, lanjut Paulus, setiap harinya dalam beribadah jamaah hanya memakai lilin dan mesin diesel untuk mengumandangkan adzan dan melangsungkan shalat.

Pada perayaan hari raya Idul Fitri yang ke 1442 H  lalu, misalnya, para jamaah masjid Ar-Rahman melangsungkan shalat dengan alat penerang seadanya, yakni lilin tanpa menggunakan listrik.

Karena itu, pada beberapa minggu lalu DPD GMNI Sumut memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid dengan memberikan bahan material batubata, semen, dan WC untuk kamar mandi dan tempat wudhu.

Paulus menegaskan,  GMNI Sumut sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh PT.PLN Persero yang enggan  memasang meteran Listrik untuk penerangan masjid ketika bulan suci Ramadhan lalu. 

Baca: Lantik GMNI Sumut, Imanuel Ingatkan Pandemi & Krisis Pangan

"Kekecewaan yang sangat mendalam terhadap PT.PLN Persero yang menyiksa umat Muslim Sidomukti.  Terlebih yang kita sayangkan pada Idul Fitri kemarin, jamaah yang melakukan shalat tarawih hanya memakai alat penerangan seadanya, tanpa listrik,"  tegas Paulus.

Paulus pun mengungkapkan harapan yang begitu mendalam dari warga Sidomukti, khususnya jamaah masjid Ar-Rahman agar pihak PLN, Pemerintahan daerah, Provinsi,  Menteri serta Presiden Republik Indonesia  Jokowi untuk memperhatikan nasib warga kampung baru Sidomukti.

"Sekaligus berikan penerangan bagi rumah ibadah masjid Ar-Rahman!" pungkasnya.

Quote