Ngabang Gesuri.id – Memasuki momen Ramadan, harga daging ayam potong di Kabupaten Landak mulai merangkak naik secara signifikan. Di sejumlah pasar tradisional, komoditas ini kini menyentuh angka Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Lonjakan harga ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Landak karena dianggap mulai membebani daya beli masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan segera memanggil para pemasok dalam waktu dekat.
Baca: Ganjar Minta Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan
“Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan para pemasok ayam,” ujar Karolin pada Rabu (25/2).
Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok serta mencari solusi guna menahan laju kenaikan harga. Karolin menekankan bahwa jika harga tidak kunjung stabil, Pemkab Landak siap melakukan intervensi pasar secara langsung.
Selain ayam potong, Karolin menyebutkan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga bahan pokok lainnya. Meski harga telur dan beras mulai menunjukkan tren stabil, beberapa komoditas lain masih menjadi catatan merah.
“Beras dan minyak goreng mulai stabil, namun harga gula masih cukup tinggi. Kami terus memonitor perkembangannya di lapangan,” tambahnya.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Karolin menjelaskan bahwa lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan biasanya dipicu oleh dua faktor utama: gangguan pasokan dan faktor psikologis pasar.
“Menjelang hari raya, sering kali harga naik lebih dulu karena pedagang mengantisipasi lonjakan permintaan dari konsumen,” jelas Karolin.
Guna memastikan kenyamanan masyarakat dalam beribadah hingga Idulfitri mendatang, Pemkab Landak berkomitmen memperketat pengawasan distribusi barang. Target utamanya adalah menjamin pasokan tetap aman sehingga harga dapat terkendali dan daya beli warga tetap terjaga.

















































































