Ikuti Kami

20 Ribu Siswa di Lampung Putus Sekolah, Condrowati Desak Pemprov Gencarkan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan 

Sesuai data Disdikbud, angka tersebut mencakup 5.081 siswa tingkat SD, 10.531 siswa tingkat SMP, dan 4.742 siswa tingkat SMA.

20 Ribu Siswa di Lampung Putus Sekolah, Condrowati Desak Pemprov Gencarkan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan 
Anggota Komisi V DPRD Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Budhi Condrowat.

​Bandar Lampung, Gesuri.id — Anggota Komisi V DPRD Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Budhi Condrowati, mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat sosialisasi pentingnya pendidikan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai krusial sebagai hulu untuk menekan angka putus sekolah di Bumi Ruwa Jurai.

​Desakan ini merespons data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung yang mencatat sebanyak 20.534 siswa di daerah tersebut putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan hingga pertengahan tahun 2026.

​Sesuai data Disdikbud, angka tersebut mencakup 5.081 siswa tingkat SD, 10.531 siswa tingkat SMP, dan 4.742 siswa tingkat SMA.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Menurut legislator yang akrab disapa Condro ini, kesadaran orang tua dan lingkungan keluarga memegang peran kunci dalam memastikan anak tetap mendapatkan hak belajarnya hingga jenjang yang tinggi.

​"Yang pertama tentu sosialisasi kepada masyarakat harus diperkuat. Pendidikan itu penting untuk masa depan anak. Jangan sampai ada anak yang berhenti sekolah hanya karena kurangnya pemahaman atau motivasi dari lingkungan keluarga," kata Condro, Jumat (5/6/2026).

​Selain mengedukasi masyarakat, Condro menilai pemerintah daerah perlu memastikan validitas data kependudukan. Pembaruan dan sinkronisasi data antara sektor pendidikan dan administrasi kependudukan harus terus dilakukan secara berkala.

​"Data juga harus dibenahi dan diperbarui agar akurat. Dengan data yang valid, pemerintah bisa menentukan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran," tambahnya.

​Lebih lanjut, srikandi PDI Perjuangan ini mendukung penuh langkah Disdikbud Lampung yang kembali mengoptimalkan pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C, serta rencana peluncuran SMA Terbuka pada Juli 2026 mendatang.

​"Sekolah terbuka dan program paket ini bagus sebagai jalan kedua bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal karena kendala jarak, waktu, maupun ekonomi. Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut dijalankan secara maksimal," paparnya.

​Condro juga menegaskan bahwa seluruh anggota legislatif rutin menyuarakan pentingnya wajib belajar saat turun ke masyarakat di daerah pemilihan (dapil), baik melalui agenda Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) maupun Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper).

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

​"Kami siap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang terkendala urusan pendidikan," tegasnya.

​Sebelumnya, Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan angka putus sekolah ini. 

Strategi tersebut mulai dari pembentukan Tim Percepatan Penurunan Angka Putus Sekolah, optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP), penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga pembukaan SMA Terbuka.

Quote