Pontianak, Gesuri.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengingatkan generasi muda untuk terus menjaga simbol-simbol budaya.
Langkah ini dinilai krusial sebagai benteng pertahanan identitas masyarakat adat Dayak di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Krisantus saat meresmikan Rumah Adat Roming Ompuk Domauk Panu di Desa Embala, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Minggu.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Suku itu bisa kehilangan identitas apabila kita tidak menjaga simbol budaya seperti ini. Rumah Betang yang ada di Desa Embala ini menjadi kekuatan untuk menjaga eksistensi masyarakat Dayak di tengah keberagaman dan kemajuan teknologi saat ini," ujar Krisantus.
Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik
Menurut Krisantus, rumah adat memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar struktur bangunan. Rumah adat merupakan representasi sejarah, jati diri, serta ruang untuk mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan budaya Dayak agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan sosial.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk merawat dan memanfaatkan Roming Ompuk Domauk Panu sebagai ruang bersama.
“Saya berpesan agar (rumah adat ini) dipelihara dan dijaga dengan baik. Jadikan tempat untuk kita bertemu, melestarikan budaya, serta menyelenggarakan acara-acara sakral,” tuturnya.
Krisantus menambahkan, Kalimantan Barat adalah daerah yang kaya akan keberagaman adat istiadat. Kekayaan ini harus dijaga bersama sebagai identitas daerah sekaligus warisan leluhur bernilai sejarah tinggi.
Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya bertumpu pada komunitas adat. Diperlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah agar nilai-nilai lokal tidak tergerus zaman.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Melalui peresmian ini, Pemprov Kalbar berharap Roming Ompuk Domauk Panu dapat menjadi:
- Tonggak penguatan budaya Dayak di Kabupaten Sanggau.
- Pemicu semangat bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur.
- Pusat aktivitas budaya dan edukasi kearifan lokal di Kalimantan Barat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian adat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berbasis kearifan lokal guna memperkuat identitas masyarakat di tengah era globalisasi.

















































































