Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Henny Rosgiaty Rusli, mengecam maraknya kasus bullying yang terjadi di Barito Utara maupun di berbagai daerah. Menurutnya, perundungan di kalangan anak dan remaja tidak lagi dapat dianggap sebagai kenakalan biasa karena berdampak serius terhadap kesehatan mental korban. Karena itu, ia meminta penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
“Tindakan tegas serta penanganan yang komprehensif dari hulu hingga hilir harus segera direalisasikan,” kata Henny, dikutip Jumat (24/7/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menilai sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan. Namun demikian, ia menegaskan peran keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak sejak dini.
“Anak tidak lahir sebagai perundung. Perilaku itu sering muncul karena kurangnya pengawasan, minimnya keteladanan, atau komunikasi yang tidak terbangun dengan baik di keluarga,” ucapnya.
Henny mengimbau para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, menanamkan nilai empati, mengawasi penggunaan media sosial, serta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak sebagai langkah pencegahan bullying.
Menurutnya, upaya mencegah perundungan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah ataupun keluarga semata. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara orang tua, sekolah, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Ia pun menegaskan bahwa sinergi seluruh elemen tersebut menjadi kunci agar kasus bullying dapat ditekan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
















































































