Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PLN dan Pertamina untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, khususnya energi panas bumi atau geothermal.
Menurut Ida, pengembangan panas bumi menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
"Memang pembangunan energi geothermal membutuhkan biaya yang besar. Tetapi kalau kita ingin mewujudkan energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, potensi panas bumi harus terus dikembangkan," kata Ida saat melakukan kunjungan reses di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (11/8/2026).
Ida mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar karena berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi geologis tersebut membuat Indonesia memiliki banyak titik sumber panas bumi yang berpotensi dikembangkan menjadi pembangkit listrik.
Menurutnya, potensi tersebut tidak seharusnya hanya menjadi kekayaan alam yang tersimpan, tetapi perlu diolah menjadi sumber energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Indonesia ini berada di Ring of Fire. Artinya, kita memiliki banyak sumber panas bumi. Ini potensi besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional," ucapnya.
Ida menilai keterlibatan Danantara melalui perusahaan-perusahaan strategis seperti PLN dan Pertamina penting untuk memastikan pengembangan energi panas bumi tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang ketahanan energi nasional.
Ia juga mendorong agar investasi pada sektor geothermal dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan efisiensi biaya, kepastian regulasi, kesiapan teknologi, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
"Jangan hanya melihat mahalnya investasi di awal. Kita juga harus melihat manfaat jangka panjangnya. Kalau targetnya adalah energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, maka investasi geothermal harus mulai diperkuat," ujar Ida.
Selain mendukung transisi energi, pengembangan panas bumi dinilai dapat memperkuat kemandirian energi Indonesia. Pemanfaatan sumber energi domestik tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
"Yang kita bangun bukan hanya pembangkit listrik, tetapi ekosistem energi yang berkelanjutan. Potensi yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk kepentingan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

















































































