Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menyoroti peran strategis koperasi nelayan saat melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya koperasi sebagai penopang stabilitas ekonomi masyarakat pesisir di tengah fluktuasi harga pasar hasil laut.
”KUD Minasari ini sudah sangat melegenda dalam meng-cover permasalahan harga. Dengan adanya sistem yang berjalan, nelayan memiliki kepastian bahwa hasil tangkapan mereka akan diserap dengan harga yang stabil, tidak terombang-ambing oleh permainan tengkulak,” kata Ida, dikutip Rabu (25/2).
Politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X yang meliputi Ciamis, Kuningan, Banjar, dan Pangandaran ini menilai KUD Minasari bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Menurutnya, koperasi tersebut telah menjadi tulang punggung perekonomian nelayan setempat melalui sistem simpanan wajib serta tata kelola yang dinilai berjalan baik.
Ida menjelaskan, keberadaan koperasi memberikan jaminan kepastian harga bagi nelayan. Hal ini dinilai sangat penting untuk melindungi mereka dari gejolak harga dan praktik tengkulak yang kerap merugikan.
Selain itu, ia juga menyoroti kualitas produk laut Pangandaran yang memiliki tingkat kesegaran tinggi. Potensi tersebut dinilai membuka peluang besar untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
”Ikan-ikan di sini sangat segar, bahkan ada yang menyebut ‘langsung dari laut ke meja’. Ini adalah nilai tambah yang harus terus kita dorong agar bisa menembus pasar internasional yang lebih luas,” ucapnya.
Meski mengapresiasi kinerja koperasi, Ida mencatat masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait fasilitas pelabuhan yang dinilai belum sepenuhnya optimal untuk mendukung aktivitas ekspor dalam skala besar. Ia menyatakan komitmennya untuk membawa aspirasi para nelayan dan pengurus koperasi ke tingkat pusat.
”Kita memang masih dalam tahap ‘semi-pelabuhan’, namun semangat ekspornya sudah luar biasa. Kedepannya, sinkronisasi antara fasilitas pemerintah dan manajemen koperasi harus diperkuat agar kesejahteraan nelayan meningkat,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda turun lapangan Ida Nurlaela Wiradinata guna memantau langsung kondisi ekonomi sektor riil di wilayah Jawa Barat X, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di tingkat nasional.

















































































