Ikuti Kami

Iis Sugianto: Pejabat yang Jujur, Pahlawan Masa Kini

Iis sangat prihatin dengan begitu seringnya OTT KPK terharap para pejabat.

Iis Sugianto: Pejabat yang Jujur, Pahlawan Masa Kini
Calon Anggota Legislatif DPR RI PDI Perjuangan Dapil DKI 3, Iis Sugianto. (Foto: gesuri.id/Elva Nurrul Prastiwi)

Jakarta, Gesuri.id - Calon Anggota Legislatif DPR RI PDI Perjuangan, Iis Sugianto mengatakan sejatinya seorang pahlawan adalah pribadi yang jujur menilai diri sendiri dan ikhlas tanpa berniat untuk dinilai. 

"Sejatinya seorang pahlawan dia jujur menilai diri, ikhlas tanpa berniat untuk dinilai .., selamat hari pahlawan," ujar Iis kepada Gesuri dalam momen Hari Pahlawan, Sabtu (10/11). 

Baca: Semangat Kepahlawanan Memudar di Sebagian Elite Nasional

Caleg dengan nomor urut 6 daerah pemilihan (dapil) DKI 3 yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepuluan Seribu itu mencontohkan para pejabat yang jujur, yang tidak korupsi layak disebut sebagai pahlawan masa kini. 

Iis mengungkapkan dirinya sangat prihatin dengan begitu seringnya OTT KPK terharap para pejabat. Mereka, lanjut Iis, seolah tak pernah jera padahal korupsilah yang membuat kehancuran dan sulitnya Bangsa ini untuk maju. 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan persoalan korupsi kerapkali disebabkan oleh integritas dari seseorang atau individu, dan tidak selamanya disebabkan oleh lemahnya sistem.

Tjahjo mencontohkan Provinsi Jawa Timur (Jatim) dimana sistem pemerintahan tingkat I yang sudah baik tetapi banyak pimpinan tingkat bawah bermasalah dengan korupsi.

Baca: Jokowi Didukung Banyak Pihak karena Dicintai Rakyat

"Kita lihat Provinsi Jawa Timur, dia punya sistem provinsi yang sudah bagus tetapi kan kepala daerahnya justru paling banyak kena OTT," ujar Tjahjo saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (9/11).

Meski begitu, Tjahjo tetap menyayangkan apa yang terjadi di Jatim, saat sistem sudah berjalan baik tetapi seperti perilaku individu tetap koruptif.

"Apakah itu (Jawa Timur) salah sistem? Kan tidak. Itu adalah masalah pada integritas individu," sebut politikus PDI Perjuangan itu.

Quote