Banyuwangi, Gesuri.id - Bupati Banyuwangi yang juga politisi PDI Perjuangan Ipuk Fiestiandani, menghadiri acara buka bersama tokoh lintas elemen di Rumah Kebangsaan Karangrejo, Banyuwangi pada Jumat (27/2).
Kehadirannya yang inklusif dinilai mencerminkan sosok pemimpin yang terbuka.
Pada acara itu, Bupati Ipuk menyampaikan kritik dari masyarakat merupakan wujud kepedulian terhadap pemerintah.
"Ketika ada kritik kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, itu adalah bukti kecintaan masyarakat dan kepedulian terhadap pemerintah," ujarnya, .
Bupati Ipuk berbaur dengan lebih dari seratus tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk agamawan, pejabat, aktivis sosial, pendidik, tokoh perempuan, perwakilan pers, LSM, dan budayawan. Beberapa di antaranya dikenal sebagai pengkritik kebijakan Pemkab Banyuwangi.
Herman Sjahthi, seorang akademisi dan aktivis sosial, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan berdialog langsung dengan bupati. Ia menilai forum tersebut efektif dalam membahas berbagai persoalan yang selama ini belum terselesaikan.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemkab Banyuwangi membuka ruang pengawasan publik, namun tetap dalam koridor aturan. "Kami tidak menghalangi masyarakat untuk memantau pemerintah. Tetapi jangan pula menggoda pemerintah untuk tidak taat pada aturan," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Kementerian Agama Choironi Hidayat, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, Ketua FKUB Banyuwangi Nur Chozin, Aekanu Hariyono (Budayawan), serta akademisi dari berbagai kampus.

















































































