Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Irine Yusiana Roba Putri mengomentari mengenai isu kualitas industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Kualitas air minum dalam kemasan tersebut menurun karena alur distribusi dan penggunaan galon guna ulang. Menurut Irine, hal tersebut diperparah dengan pemerintah yang belum bisa menyediakan air layak minum bagi masyarakat Indonesia
“Menjadi ironis menurut saya karena Indonesia pernah menjadi tuan rumah World Water Forum 2 tahun yang lalu. Kenapa 2 tahun setelah penyelenggaraan Indonesia masih belum bisa mandiri dalam tata kelola air yang baik” ujarnya dalam keterangan pada wartawan, Kamis (12/2)
Menurutnya, ketergantungan masyarakat pada air minum kemasan karena pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Indonesia
“kenapa orang harus beli kemasan? kenapa orang harus beli air? karena pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Indonesia” lanjutnya
Irine menekankan bahwa masyarakat Indonesia pasti akan menggunakan air minum yang disediakan oleh Pemerintah karena harganya sangat jauh berkali kali lipat dibandingkan air minum dalam kemasan yang tersedia di pasar
“Perlu diketahui juga bahwa harga air dalam kemasan itu, harga per liternya 600 kali lipat dari harga air PDAM”
“Bicara soal air adalah bicara tentang kehidupan. Jadi isu ini jangan dianggap sepele karena ini benar-benar merupakan hak dasar warga negara untuk bisa mendapatkan air yang baik,” pungkasnya.

















































































