Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi ll DPR RI sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima, menargetkan terwujudnya hutan di tengah Kota Solo sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-53 PDI Perjuangan di Grha Megawati Soekarnoputri DPC PDI Perjuangan Solo, Minggu (8/2/2026).
"Kita sepakat kerja sama PDI Perjuangan dan PMI untuk masalah darah, rutin dua bulan sekali. Jadi DPC PDI Perjuangan Solo jadi sumber darah untuk PMI Solo," kata Aria, dikutip Rabu (11/2)..
Ratusan kader PDI Perjuangan dan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan donor darah tersebut. Hadir pula mantan Wali Kota Solo dua periode yang juga pernah lama menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo YF Sukasno, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Solo lainnya.
Menurut Aria Bima, kebutuhan darah di PMI Solo tergolong tinggi. Karena itu, DPC PDI Perjuangan Solo berkomitmen menggelar donor darah secara rutin setiap dua bulan dengan melibatkan kader hingga tingkat ranting dan anak ranting.
"Sekarang kami gelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Solo, dua bulan nanti di kantor pimpinan anak cabang," ucapnya.
Selain donor darah, Aria Bima mengungkapkan rangkaian kegiatan lain dalam peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan, yakni penanaman 1.050 bibit pohon yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2026.
"Kita akan mengadakan penanaman pohon pada 15 Februari 2026 sebanyak 1.050 bibit pohon, terdiri dari 350 mangga, 350 kelengkeng, dan 350 nangka. Titik awal penanaman di dekat Mako Brimob Kelurahan Mojo [Pasar Kliwon]. Kami tanam 50 pohon, setelah itu berputar di masing-masing PAC bersama warga," ujarnya.
Ia menegaskan gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mitigasi perubahan iklim global.
"Kita wujudkan cinta Tanah Air, ekspresinya menanam pohon, memperbaiki pori-pori bumi. kami berharap cita-cita lama sebetulnya tahun ini kita hutan-kan Kota Solo pada lima tahun pertama. Kita ingin ada hutan di tengah Kota Solo," ungkapnya.
Aria Bima juga menyampaikan dirinya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi, terkait agenda penghijauan tersebut dan berharap Pemerintah Kota Solo dapat bersinergi dalam merealisasikan program itu.
"Saya sudah bicara kepada Pak Wali Kota, insya Allah Pak Wali Kota juga akan hadir. Lima tahun berikutnya, ada hutan di tengah kota. Itu harapan kami untuk penghijauan. Yang kami harapkan Pemkot Solo akan menjadikan hutan di tengah kota pada lima tahun ke depan," jelas politikus kawakan Senayan itu.
Lebih jauh, Aria Bima menggambarkan visi jangka panjangnya terhadap wajah Kota Solo di tengah tantangan perubahan iklim global.
"Lima tahun kedua nanti harapannya ada kota di tengah hutan. Situasinya memang sudah harus demikian di era global climate change ini. Termasuk bagaimana kota menjadi tempat produksi O2. Ini program kami yang terkait dengan lingkungan," tuturnya.
Ia berharap gerakan penghijauan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, sehingga Solo dapat menjadi kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.

















































































