Ikuti Kami

Jadi "Parkir Banjir", Legislator HSS Desak Koordinasi Antardaerah Atasi Genangan di Daha

Rizal, mengungkapkan bahwa warga Nagara Daha kini lebih akrab menyebut kondisi ini sebagai calap daripada banjir.

Jadi
Anggota Komisi III DPRD HSS, Rizal.

Jakarta, Gesuri.id - Wilayah Kecamatan Daha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) hingga kini masih terendam banjir. 

Sejak awal Januari 2026, tiga kecamatan yakni Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat terdampak kiriman air dari kabupaten tetangga seperti Hulu Sungai Utara (HSU) dan wilayah hulu lainnya.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Anggota Komisi III DPRD HSS, Rizal, mengungkapkan bahwa warga Nagara Daha kini lebih akrab menyebut kondisi ini sebagai calap daripada banjir. Istilah ini merujuk pada genangan air yang bertahan dalam waktu sangat lama.

"Air yang menggenang di wilayah Daha ini bisa bertahan berbulan-bulan karena merupakan limpasan debit air dari Tanjung, Balangan, dan Amuntai," ujar Rizal, Kamis (22/1/2026).

Menurut Rizal, kondisi calap pada tahun 2026 ini termasuk salah satu yang terparah. Sudah sekitar 20 hari air menggenangi akses jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Guna mengatasi masalah tahunan ini, Rizal menegaskan akan mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan koordinasi lintas kabupaten dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kami akan mendorong melalui rapat agar segera dilakukan kajian mitigasi bencana. Tujuannya agar limpasan air dari kabupaten tetangga tidak semuanya 'parkir' di wilayah Daha," tegasnya usai menyerahkan bantuan kepada warga.

Selain menjalankan fungsi legislatif, Rizal yang juga menjabat sebagai Ketua BPC Hipmi HSS, turun langsung menyalurkan bantuan. Berkolaborasi dengan HIPMI Peduli Provinsi Kalsel, sebanyak 200 paket sembako, obat-obatan, dan pakaian layak pakai didistribusikan kepada warga terdampak.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Penyaluran bantuan tersebut menyasar beberapa desa, di antaranya Desa Tambak Bitin, Muning Tengah, Muning Baru, dan Habirau yang berada di Kecamatan Daha Utara dan Daha Selatan.

"Bantuan ini merupakan bentuk tanggap darurat untuk membantu meringankan beban warga. Kami turut prihatin dan berharap warga diberikan kesabaran. Meski bantuan ini tidak langsung mengeringkan air, setidaknya bisa saling menguatkan di tengah musibah," pungkasnya

Quote